Kadin Jatim Pertanyakan OP

Jum'at, 09 Maret 2018 07:49:50
Reporter : Renni Susilawati
Kadin Jatim Pertanyakan OP

Surabaya (beritajatim.com) - Kadin Jatim meminta agar peranan Otoritas Pelabuhan (OP) lebih banyak dalam keputusan kebijakan soal harga layanan yang ada di pelabuhan. Sebab selama ini pengusaha menilai biaya pelayanan lebih banyak ditetapkan oleh perusahaan yang terlibat langsung sebagai penyedia layanan.

Salah satu kebijakan terbaru yang mencolok adalah aturan baru di PT BJTI tentang biaya muatan kontainer yang masuk ke lapangan BJTI sebelum akhirnya diangkut ke atas kapal yang sandar di terminal Berlian.

"Kami tidak melihat keterlibatan OP dalam penentuan biaya yang sudah ditetapkan dan diaplikasikan sejak Februari itu. Seharusnya OP yang menjadi eksekutor semua biaya layanan yang ada di pelabuhan sesuai dengan amanat undang-undang no 17 tahun 2008," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, Dedy Suhajadi.

Hal lainnya yang membutuhkan campur tangan OP sebagai regulator adalah terkait harga sewa lahan untuk perusahaan petikemas swasta di pelabuhan. Namun sepanjang pemantauan Kadin Jatim yang menentukan justru para perusahaan operator.

"Kami ingin OP kembali ke fungsinya semula. Sehingga pengusaha mendapatkan kepastian harga layanan yang jelas. Jika semua ditentukan perusahaan operator yang ada di pelabuhan, bisa-bisa biayanya naik tiap tahun. Dampaknya harga barang akan lebih mahal," tandas Dedy.

Kadin Jatim juga akan berencana membawa keluhan para pengusaha seputar kepelabuhan ini ke Kadin Nasional untuk nanti disampaikan kepada pemerintah pusat. [rea/suf]

Tag : kadin

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi