Harga Terjun Bebas, Pedagang Bawang Merah Nganjuk Terancam Bangkrut

Minggu, 14 Januari 2018 15:53:12
Reporter : Nanang Masyhari
Harga Terjun Bebas, Pedagang Bawang Merah Nganjuk Terancam Bangkrut

Nganjuk (beritajatim.com) - Dampak penurunanan harga bawang merah di Kabupaten Nganjuk, pada musim panen awal 2018 ini tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga kalangan pedagang. Para pedagang tidak berani berspekulasi karena takut bangkrut.

Di Pasar Sukomoro Nganjuk harga bawang merah hanya dibandrol Rp 5-6 ribu per kilogram (kg). Padahal dua minggu sebelumnya tembus Rp 10-11 ribu per kg.
 
Menurut Katirah, pedagang bawang merah di Pasar Sukomoro, penurunan harga berlangsung secara terus menerus hingga mencapai harga terendah Rp 5 ribu per kg. Setiap harinya harga bawang merah turun antara Rp 200 hingga seribu per kg.

"Tidak ada pedagang yang berani mengambil resiko dengan kulakan dalam jumlah banyak. Kami semua takut bangkrut. Misalnya hari ini kita dapat bawang harga Rp 5 ribu per kg dari pertani, ternyata besok turun Rp 200-300 per kg. Sudah berapa kerugian yang kami tanggung," imbuhnya.

Katirah mengaku saat ini, harga bawang merah jenis super di angka Rp 6 ribu per kg dan tergolong paling mahal. Sementara ukuran sedang Rp 5 ribu dan ukuran kecil Rp 3 sampai 4 ribu per kg. Dengan kondisi harga yang turun drastris, pedagang mengaku rugi, karena sulit menjual bawang merah.

Sementara stok bawang merah di pasaran sangat melimpah karena panen raya. Hal itu masih ditambah lagi dengan masuknya bawang merah dari luar kota Nganjuk seperti dari Demak, Jawa Tengah, Probolinggo, dan juga Bima.

Degan kondisi ini, para pedagang dan petani berharap, pemerintah kembali menyerap bawang merah milik petani, agar harga bawang merah bisa merangkak naik, minimal di angka Rp 10 ribu per kg.

Untuk diketahui, Pasar Sukomoro merupakan pasar tradisional central komoditi bawang merah. Di pasar ini setiap ini berlangsung transaksi jual-beli bawang merah dalam jumlah besar.

Diberitakan sebelumnya, meskipun musim panen, tetapi para petani bawang merah di Kabupaten Kediri justru menangis. Harapan mereka untuk mendapatkan untung tinggi pupus, karena harga bawang merah justru turun drastis.

Hermawan (35) petani di Dusun Ngrandu, Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso mengatakan, harga bawang merah turun dikisaran Rp 6 ribu per kg. [nng/suf]

Tag : bawang merah

Berita Terkait

Kanal Ekonomi