Sidak SPBU, Disperindag Kota Kediri Temukan Kecurangan Ukur BBM

Kamis, 28 Desember 2017 00:00:31
Reporter : Nanang Masyhari
Sidak SPBU, Disperindag Kota Kediri Temukan Kecurangan Ukur BBM

Kediri (beritajatim.com) - Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kota Kediri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Kota Kediri, Rabu (27/12/2017).

Ini dilakukan untuk mengawasi dan menertibkan distribusi bahan bakar minyak di SPBU, baik dari segi mutu produk maupun takaran. Jika terjadi kecurangan, Disperindag akan menindak tegas pengelola pom bensin yang bersangkutan.

Sidak antara lain dilakukan di SPBU di Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Joyoboyo, Kota Kediri. Dari hasil pemeriksaan, kedua SPBU memenuhi standar. Pengukuran juga dilakukan dengan alat tera. Hasilnya, petugas menemukan adanya penyimpangan takaran, tetapi masih berada diambang toleransi.

Sesuai hasil pengukuran menggunakan bejana standar yang dibawa Disperindag, selisih takaran di SPBU antara 0-1 mililiter. Sementara batas toleransi sesuai aturan hingga 0,5 persen dari bahan bahar yang dikeluarkan. Artinya, penyimpangan yang terjadi masih sesuai dengan batas kuantitas.

Kesalahan pada dispenser bahan bakar merupakan karakter disetiap alat. Karena tidak semua mesin dispenser dapat menunjukkan akurasi ukuran yang tepat. Tetapi, perbendaan ukur tersebut tidak diperkenankan melebihi ambang batas yang sudah ditentukan.

Kepala Bidang Metrologi Disperindag Kota Kediri, Dwi Rahman mengatakan, sidak terhadap SPBU dilakukan untuk melindungi konsumen sekaligus menegakkan peraturan yang berlaku. Sidak sengaja dilakukan saat ini karena momentum menjelang Tahun Baru 2018. Dimana, kebutuhan BBM untuk masyarakat harus terpenuhi. "Hari ini baru dua SPBU, akan berlanjut pada SPBU lainnya secara bergiliran," aku Dwi Rahman.

Selain melakukan melakukan pengecekan ukuran, imbuh Dwi Rahman, sidak juga difokuskan pada ketersediaan stok BBM. Petugas memantau jumlah stok tiap-tiap SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, utamanya untuk keperluan Tahun Baru 2018. Hasilnya, pasokan BBM ke SPBU masih normal, berkisar 24 ribu ton per hari. [nng/suf]

Tag : bbm

Berita Terkait

Kanal Ekonomi