Kawasan Perbatasan Mulai Dilirik Investor

Selasa, 05 Desember 2017 23:47:00
Reporter : Renni Susilawati
Kawasan Perbatasan Mulai Dilirik Investor

Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa wilayah perbatasan yang dulunya terabaikan kini mulai dilirik beberapa investor nasional maupun luar negeri. Salah satunya Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan dengan Timor Leste yang kaya akan potensi jagung serta sapi.

Belu selama ini sudah terkenal sebagai sentra usaha peternakan jenis Sapi Bali hingga produksi 56.493 ekor per tahun. Di kabupaten ini juga tersedia lahan budidaya jagung hingga 8.133 hektar dengan produksi jagung dua kali panen per tahun, dengan produksi hingga 20.205 ton per tahun. Kini Belu membutuhkan investasi sekitar Rp 5 miliar untuk menambah lahan jagung 100 hektar, dan investasi Rp 85 miliar untuk menambah lahan budidaya Sapi Bali sekitar 100 hektar.

Hal yang sama juga dibutuhkan Nunukan serta Kapuas Hulu di Kalimantan. Menurut Maks Yoltwu, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sudah ada investor yang tertarik dan kedepannya investor juga akan mendapatkan insentif mulai dari tax holiday hingga infrastruktur penunjang.

"Kalau investor sudah masuk, nanti kepala daerahnya yang harus turun tangan dan proaktif dalam mempercepat investasi," kata Maks, saat expo di Garden Palace Hotel Surabaya, Selasa (5/12/2017).

Untuk itu Kemendes PDTT mendorong 6 Bupati di daerah perbatasan untuk memasarkan potensi wilayahnya kepada calon investor. Melalui diskusi panel forum bisnis, Bupati dari Nunukan, Kapuas Hulu, Belu, Rote Ndao, Morotai dan Maluku Tenggara Barat bergantian menyampaikan paparannya di Hotel Garden Palace.

Selain mengundang para calon investor, para peserta forum bisnis juga mendapatkan pembekalan-pembekalan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN). BKPM menyampaikan kebijakan-kebijakan dalam rangka mendukung insentif investasi khusus di Kabupaten Daerah Perbatasan.

Sedangkan KADIN menyampaikan perannya dalam meningkatkan investasi sektor riil di Kabupaten Daerah Perbatasn. Dukungan juga datang dari PT Mitra Bumdes Nusantara untuk meningkatkan investasi ekonomi di desa dan kawasan pedesaan berbasi Bumdes. Rangkain Forum Bisnis ini juga akan dilengkapi dengan seminar dan talkshow.

"Besok, Forum Bisnis akan dilanjutkan dengan talkshow tentang peningkatan nilai tambah komoditi di daerah perbatasan dengan mengundang tokoh pemberdayaan dan praktisi," imbuh Maks. Forum ini merupakan kelanjutan dari Border and Invesment Summit 2015, dan Forum Bisnis dan Investasi Daerah Perbatasan 2016 (Border Business and Invesment Forum 2016) di Jakarta. [rea/suf]

Tag : investasi

Berita Terkait

Kanal Ekonomi