Tahun Depan Distan Gresik Kembangkan Tembakau Virginia

Senin, 04 Desember 2017 19:26:37
Reporter : Deni Ali Setiono
Tahun Depan Distan Gresik Kembangkan Tembakau Virginia

Gresik (beritajatim.com) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gresik mulai tahun depan mengembangkan budidaya tanaman tembakau virginia. Budidaya tanaman tersebut dinilai cocok karena Gresik memiliki iklim yang panas.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Gresik, Agus Djoko Waluyo mengatakan, dari sisi ekonomis menanam tembakau lebih untung dibanding menanam komoditas lain. "Kalau dibandingkan dengan menanam padi hasilnya lima banding dua, yaitu lima untuk tembakau, dan dua untuk padi. Hasil itu didapat apabila panen keduanya dapat menghasilkan panen maksimal," katanya, Senin (4/12/2017).

Secara historis wilayah Kabupaten Gresik memang pernah menjadi sentra perkebunan tembakau. Perkebunan penghasil tembakau seluas 500 hektar dulu menyebar di beberapa wilayah Gresik bagian Selatan. Yaitu, di Kecamatan Wringinanom, Balongpanggang, Benjeng dan Kecamatan Menganti.

Kondisi itulah yang kembali digagas oleh pihak Dinas Pertanian Gresik untuk mengembangkan tembakau agar menjadi salah satu komoditas pertanian di Gresik sebagai diversifikasi tanaman pangan.

Ditambahkan Agus Djoko, budidaya tanaman tembakau yang akan dilakukan berbeda dengan budidaya yang sudah pernah ada. Baik dari sisi perencanaan, perlakuan serta jenis tembakau yang akan ditanam yang juga berbeda dari jenis tembakau yang pernah ada di Gresik sebelumnya.

"Kami mulai menjajagi untuk menanam tembakau jenis virginia yang secara ekonomis harganya lebih mahal dibanding jenis tembakau lokal yang selama ini dibudidayakan di Gresik. Kami telah menentukan delapan titik areal di dua kecamatan yaitu kecamatan Balongpanggang, dan Kecamatan Benjeng," tambahnya.

Dengan menggunakan Dana bagi hasil cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Distan Gresik sudah mengadakan analisa kesesuaian lahan dengan komoditas tembakau virginia. Setelah uji tanah yang dilakukan pada tahun 2017 pada 20 titik lahan. Ternyata yang cocok hanya ada di delapan titik desa di dua wilayah Kecamatan yaitu Balongpanggang, dan Benjeng.

Sesuai penelitian Distan Gresik, delapan desa yang cocok yaitu, tiga desa di Kecamatan Benjeng pada desa Lundo, Desa Sirnoboyo dan desa Sedapurklagen. Sedangkan di Wilayah Kecamatan Balongpanggang terdapat di lima desa yaitu, Desa Wotansari, Desa Sekarputih, Desa Jombangdelik, Desa Brangkal, dan desa Dapet.

Pada lahan uji coba yang akan dimulai pada tahun 2018 ini, Distan Gresik menyiapkan lahan sekitar 1,5 Ha dengan melibatkan 75 orang petani tembakau. "Kami sudah memberikan penyuluhan kepada para petani tembakau tersebut. Yang jelas ada perlakuan berbeda terhadap tenaman tembakau ini disbanding komuditas tanaman lain," ujar Agus Djoko.

Tanaman tembakau yang bisa dipanen setelah 6-7 bulan ini harus ditanam pada musim kemarau. Dipastikan mulai ditanam sampai panen tidak turun hujan. Tentu saja tanaman tembakau sangat anti dengan pestisida.

Saat ditanya mengenai penjualan saat panen. Dijelaskan Agus Djoko Distan Gresik sudah memastikan akan dibeli oleh pengepul tembakau. "Saya sudah melakukan kesepakatan awal dengan seorang Ketua Asosisasi Petani Tembakau Jawa Timur untuk membeli hasil panenan tembakau virginia Gresik," tuturnya.

Sementara, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Suyono menyambut baik adanya budidaya tembakau di Gresik. Apalagi budidaya Tembakau untuk petani Gresik ini didukung oleh Dana bagi hasil cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). "Dari sisi ekonomi, menanam tembakau lebih untung. Dengan demikian, maka kesejahteraan petani akan meningkat seperti yang diharapkan bupati," tandasnya. [dny/kun]

Tag : tembakau, gresik

Berita Terkait

Kanal Ekonomi