Perusahaan Papan Gipsum Bedah Rumah Warga Tak Mampu

Selasa, 10 Oktober 2017 16:35:02
Reporter : Deni Ali Setiono
Perusahaan Papan Gipsum Bedah Rumah Warga Tak Mampu

Gresik (beritajatim.com) - Perusahaan papan gipsum joint venture USG Boral Indonesia melakukan bedah rumah bagi warga tak mampu di Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Ada 5 unit rumah yang direnovasi, atau dibedah yang semula tidak layak huni menjadi pemukiman yang nyaman dihuni.

Dalam kegiatan itu, USG Boral Indonesia berkolaborasi dengan Habitat for Humanity Indonesia. Selama proses pengerjaan butuh waktu 4 minggu untuk merenovasi rumah yang layak huni.

Product & Strategy Manager USG Boral Indonesia, Raden Krisma Hardianto mengatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya mengaplikasikan inovasi terbarunya. Yakni, kontruksi ringan, kontruksi yang cepat kering, tahan lama, dan ramah lingkungan.

"Sistem yang pakai dalam pengerjaan itu lebih dikenal dengan sistem durock. Berupa papan semen ringan, tidak mudah retak, fleksibel, tahan air maupun api sehingga penghuninya menjadi lebih nyaman," ujarnya, Selasa (10/10/2017).

Lebih lanjut Krisma Hardianto mengatakan, bedah rumah yang dilakukan kali ini merupakan yang pertama. Sedangkan untuk aplikasi inovasinya yang diterapkan dalam bedah rumah di Gresik juga yang pertama.

"Harapan dengan sistem tersebut juga untuk mengedukasi kepada masyarakat ada sistem baru yang lebih praktis dan ramah lingkungan," tuturnya.

Sementara, salah satu warga yang rumahnya turut dibedah oleh USG Boral Indonesia. Sarni (56) yang berprofesi sebagai buruh tani menuturkan, dirinya bersama suaminya mengaku sangat senang ada program ini. Pasalnya, sebelum rumahnya direnobasi sewaktu musim hujan selalu bocor. Bahkan, rumahnya nyaris ambruk karena penyangganya sudah rapuh.

"Saya berterima kasih pada perusahaan yang membangun maklum sehari-hari cuma buruh tani jadi tidak mampu membangun rumah yang layak," ungkapnya.

Camat Wringinanom Darman menyatakan, di daerahnya dari jumlah populasi sebanyak 72 ribu lebih. Dari jumlah itu, masih ada 5.235 warga yang kurang beruntung, dan 325 rumah yang tidak layak huni.

"Mudah-mudahan melalui bedah rumah bagi warga tak mampu, ekonomi masyarakat lokal bisa terangkat dan tidak tertinggal lagi," tandasnya. [dny/but]

Tag : bisnis

Berita Terkait

Kanal Ekonomi