Dana Nasabah Mandiri Meningkat 16 Persen di 2017

Selasa, 05 September 2017 11:42:30
Reporter : Wahyu Hestiningdiah
Dana Nasabah Mandiri Meningkat 16 Persen di 2017

Surabaya (beritajatim.com) - Mandiri mulai mengembangkan bisnisnya, bukan hanya terhenti di sektor perbankan. Investasi pun mulai dibuka. Bahkan pertumbuhan dana nasabah yang telah dikelola oleh Wealth Management Bank Mandiri sampai dengan Juli 2017 sebesar Rp167 Triliun atau meningkat sebesar 16 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016.

SVP Wealth Management Group Bank Mandiri, Elina Wirjakusuma, mengatakan, pihaknya optimistis akan terus terjadi pertumbuhan sampai dengan akhir tahun mendatang. "Sesuai dengan target kami, akan terus bertumbuh sampai dengan akhir tahun yakni mencapai Rp172 Triliun," ujarnya.

Pertumbuhan ini tentunya dengan dukungan Mandiri Investasi dalam meberikan pilihan produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah Wealth Management Bank Mandiri. "Kami percaya sinergi Mandiri Group ini akan memberikan kepuasan kepada para nasabah yang membutuhkan diversivikasi produk investasi," ujarnya.

Ia menjelaskan, khusus di Surabaya saat ini pertumbuhan AUM atau pengelolaan dana dari Reksa Dana Bank Mandiri Region 8, Jawa 3/Surabaya sampai dengan Juli 2017 mencapai Rp2 Triliun atau meningkat 53 persen dari periode yang sama tahun 2016.

"Pertumbuhan tersebut dihasilkan melalui jaringan 319 cabang, termasuk 5 outlet prioritas yang tersebar," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Mandiri Investasi Endang Astharanti pada kesempatan yang sama mengatakan, sampai dengan Juli 2017, Mandiri Investasi mengelola dana sebesar Rp48,1 Triliun. Hal itu menjadikan Mandiri Investasi sebagai manajer investasi lokal terbesar dari segi pengelolaan dana atau AUM.

"Pilihan produk reksa dana yang ditawarkan kepada nasabah Bank Mandiri saat ini tidak hanya sebatas reksa dana terproteksi dan open end, tetapi juga menawarkan produk reksa dana global yaitu Mandiri Global Sharia Equity Dollar," ujarnya. [way/suf]

Tag : bank, investasi

Berita Terkait

Kanal Ekonomi