Dari CEO Jadi Karyawan

Senin, 07 Agustus 2017 16:16:01
Reporter : Renni Susilawati
Dari CEO Jadi Karyawan

Surabaya - Bosan menjadi wirausaha atau gagal terus dalam mencoba menjadi pengusaha dan akhirnya Anda memutuskan menjadi karyawan.

Sebaiknya siapkan diri Anda, karena menjadi wirausaha sangat berbeda dengan menjadi karyawan. Salah-salah Anda gagal mengikuti ritme kerja perusahaan tempat Anda bekerja.

Berikut tips ala JobStreet.com yang mungkin bisa menjadi referensi Anda untuk hijrah.

Selesaikan semuanya terlebih dahulu

Luangkan waktu untuk memberi tahu orang-orang yang akan terpengaruh oleh kepindahan anda. Termasuk karyawan, klien, dan pelanggan—pada dasarnya semua orang yang terlibat dengan bisnis anda.
Biarkan mereka tahu dan bantu mereka sebaik mungkin untuk melalui ini dengan baik. Berterimakasihlah kepada mereka atas waktu yang telah mereka habiskan untuk mendukung usaha anda. Yang terpenting, bereskan atau selesaikan setiap proyek yang tertunda sebelum melakukan peralihan besar. Ingat, jangan sekali-kali memutuskan hubungan begitu saja!
 
Carilah Usaha baru
Langkah selanjutnya adalah mencari tahu pekerjaan apa yang harus dilamar. Pengalaman anda sebagai manajer/pemilik/CEO pada bisnis lama anda pasti secara alami membawa anda kepada peran manajerial atau supervisor.

Posisikan diri anda sebagai kandidat yang layak dengan menyoroti pencapaian yang telah anda dapatkan dalam peran lama anda. Fokus pada pencapaian yang nyata untuk membantu perekrut melihat apa yang dapat mereka harapkan dari anda di perusahaan masing-masing. Misalnya, “Meningkatkan jumlah pelanggan restoran sampai 80% di kuartal pertama pada tahun2013."

Bagi pemilik usaha kecil atau kontraktor independen yang menangani perusahaan mereka sendiri, tantangannya adalah mempersempit atau memilih pencapaian yang akan ditonjolkan pada resume mereka.

Mencantumkan semua tugas dan prestasi mungkin akan lebih berbahaya, jadi pastikan untuk menyesuaikan resume anda dan menerapkannya sesuai dengan tujuan dan kebutuhan bisnis perusahaan yang anda pilih.

Misalnya, anda melamar posisi supervisor di perusahaan pemasaran digital, sorot tugas lama anda yang dianggap berharga di bidang itu. Atau, jika anda bisa menentukan peringkat situs web perusahaan anda di halaman pertama hasil pencarian Google, itu adalah sesuatu yang dapat anda gunakan untuk mempengaruhi profil anda di mata perekrut. 

Memperbarui nama anda

Sebagai seseorang yang pada dasarnya adalah atasan mereka sendiri, anda memiliki kebebasan untuk mengemasnya menjadi sesuatu yang akan sangat menguntungkan bagi anda dalam proses pencarian kerja. Teknik ini mirip dengan yang telah dibahas sebelumnya, digunakan untuk menyoroti keterampilan dan prestasi relevan yang anda miliki yang dihargai oleh calon perekrut anda. Misalnya, jika anda ingin masuk ke industri keuangan dan anda memiliki keterampilan dan latar belakang untuk itu, anda mungkin memposisikan diri anda sebagai "Chief Financial Officer" perusahaan lama anda. Kuncinya di sini adalah membuat orang ingin mempekerjakan anda, dan anda mungkin melakukannya dengan menunjukkan kepada mereka apa yang anda bawa ke meja dan bagaimana hal itu akan membantu mereka mencapai tujuan mereka.
 
Jawab pertanyaan sulit

Jadi, pada akhirnya anda berhasil melewati pintu masuk dengan mendapatkan sebuah wawancara, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah mempersiapkan pertanyaan yang mungkin akan anda jawab. Pertanyaan "Mengapa anda ingin bekerja untuk orang lain?" secara alami akan muncul dalam wawancara. Ketahuilah bahwa ini bukan serangan pribadi—manajer perekrutan hanya ingin mengetahui motivasi anda meninggalkan usaha bisnis anda sendiri dan untuk memastikan bahwa anda akan menjadi karyawan perusahaan yang baik untuk perusahaan itu. Untuk menjawab pertanyaan ini, tanyakan hal yang sama kepada diri sendiri: Mengapa saya ingin bekerja untuk orang lain? Jujurlah dan cari jawaban atas pertanyaan itu. Linda Hall, presiden dan mitra senior Wakefield Way Consulting di Rochester, N.Y. menyarankan para pencari kerja untuk menyoroti semangat mereka terhadap usaha bisnis lama mereka sebagai aset saat berburu pekerjaan. "Biasanya, orang yang telah mengejar karir kewirausahaan adalah seseorang yang sangat menyukai apa yang mereka lakukan dan didorong untuk menciptakan hasil," katanya.
 
Perubahan selalu memaksa kita untuk menghadapi hal yang tidak diketahui. Ini mungkin menakutkan dan mengintimidasi tapi perubahan juga mengarah pada hal-hal baru dan menakjubkan. Tantangannya kemudian terletak pada mempersiapkan jalan di depan. [rea/ted]

Tag : ceo

Berita Terkait

Kanal Ekonomi