Ini Harga Jual Bawang Merah di Tingkat Petani

Rabu, 02 Agustus 2017 14:01:27
Reporter : Misti P.
Ini Harga Jual Bawang Merah di Tingkat Petani

Mojokerto (beritajatim.com) - Harga jual bawang merah di tingkat petani hanya Rp7 ribu sampai Rp8 ribu per kilogram sehingga membuat para petani di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto kelimpungan. Karena dengan harga tersebut, para petani mengaku tak bisa mengembalikan modal awal.

Salah satu petani bawang merah, Sunarno (55) mengatakan, bawang merah milik petani diharga Rp7 ribu sampai Rp8 ribu per kilogram oleh tengkulak. "Harga segitupun untuk bawang merah kwalitas super. Kalau harga segitu, otomatis tidak balik modal," ungkapnya, Rabu (2/8/2017).

Dengan luas sawah kurang lebih 1.000 meter, Sunarno harus biaya operasional Rp25 juta. Biaya sebesar Rp25 juta tersebut mulai dari pembelian bibit, pupuk yang dilakukan dua kali penyemprotan dalam satu kali masa tanam. Harga jual tersebut turun dari Rp13 ribu per kilogram.

"Bibit saja kita harus membeli langsung ke petani di Nganjuk, harganya Rp44 ribu sampai Rp45 ribu karena tidak ada bantuan dari pemerintah. Belum lagi pupuk, Rp500 ribu sekali pupuk. Padahal harus dilakukan dua kali dan tidak hanya satu jenis pupuk, dicampur pupuk impor juga," katanya.

Penggunaan pupuk impor, lanjut Sunarno karena lebih berkualitas terhadap buah bawang merah yang akan dihasilkan. Para petani berharap, kedepannya pemerintah bisa lebih memerhatikan nasib para petani dengan tidak membiarkan harga jual petani yang sangat murah.

"Minimal kalau kami jual, itu selisih Rp1 ribu atau Rp2 ribu lah dengan harga yang dibeli konsumen. Kami berharap pemerintah mengambil peran dan memberika solusi agar para petani tidak kelimpungan seperti saat ini. Harga jangan anjlok seperti ini," harapnya.

Sementara itu, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Pacet, Sularso membenarkan hal tersebut. "Anjloknya harga bawang merah pada umumnya terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto, khususnya wilayah Pacet. Ini akibat panen raya bawang merah di daerah Nganjuk, mungkin dua minggu lagi harga kembali stabil," tuturnya.

Selain harga bawang merah yang anjlok, masih kata Sulasno, saat ini harga bawang daun juga turut anlok. Bahkan, saat ini harga daun bawang hanya Rp3 ribu. Meski harganya murah namun para tengkulak tidak ada yang mau ambil karena stoknya memang sedang melimpah. Sulasno berharap, anjloknya harga bawang merah ini tidak berlarut-larut.[tin/kun]

Tag : bawang merah, mojokerto

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi