Kelangkaan Dipicu Kosongnya Stok Garam Rakyat 2016

Rabu, 02 Agustus 2017 10:26:27
Reporter : Temmy P.
Kelangkaan Dipicu Kosongnya Stok Garam Rakyat 2016
Lahan garam di Pulau Madura. [Foto: dok/bj.com]

Sumenep (beritajatim.com)--Kelangkaan garam yang terjadi hampir di semua daerah diperparah dengan tidak adanya stok di petani untuk panen tahun 2016 lalu.

"Biasanya kalau panen garam melimpah, di petani garam itu stoknya menumpuk. Disimpan di gudang-gudang rakyat. Tapi saat 2016 kemarin memang kosong. Tidak ada stok garam rakyat," kata Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Rabu (02/08/2017).

Ia menjelaskan, meskipun Sumenep menjadi salah satu daerah penghasil garam, namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak menghadapi kelangkaan garam yang terjadi, karena Pemerintah Daerah tidak mungkin melakukan pembelian garam.

"Ini tidak hanya masalah Sumenep, tapi ranahnya sudah nasional. Sumenep hanya bagian dari daerah penghasil garam. Tetapi untuk mengatasi kelangkaan garam, memang diperlukan kebijakan banyak hal. Dan itu kewenangan Pemerintah Pusat," ujarnya.

Ia mengungkapkan, kelangkaan garam yang terjadi saat ini merupakan akibat dari cuaca buruk berkepanjangan. Bahkan sejak tahun 2016.

"Panen garam tahun 2016 bisa dibilang gagal, karena faktor cuaca sangat buruk. Dan itu ternyata berlanjut tahun ini. Panen garam masih belum bisa maksimal," ucapnya.

Sesuai data di Dinas Perikanan Sumenep, lahan garam rakyat pada tahun ini seluas 2.068 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan: Kalianget, Gapura, Saronggi, Pragaan, Giligenting, Raas, Arjasa, Kangayan, dan Sapeken.

Akibat cuaca tak menentu,, produksi sementara garam rakyat di Sumenep hanya sekitar 850 ton, dari target produksi 368.000 ton.

Pada tahun 2016, produksi garam rakyat di Sumenep sebesar 17.109 ton dari target 260 ribu ton. [air/tem]

Tag : garam

Berita Terkait

Kanal Ekonomi