Meski Langka Pemerintah Diminta Kurangi Kuota Garam Impor

Selasa, 01 Agustus 2017 21:03:43
Reporter : Zamachsari
Meski Langka Pemerintah Diminta Kurangi Kuota Garam Impor

Sampang (beritajatim.com) - Semenjak beberapa bulan terakhir ketersediaan garam dapur di wilayah Kabupaten Sampang Madura terbilang langka. Meski sebagian petani garam maupun PT Garam mulai memproduksi dan panen. Namun belum memcukupi kebutuhan garam masyarakat.

Sehingga,  pemerintah pusat memutuskan akan menambah kouta garam impor dari negara tetangga. Akan tetapi rencana impor tersebut,  mendapat tanggapan serius dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ahmad Nawardi.

Menurutnya, pertengahan Agustus hingga September 2017 mendatang petani mulai memproduksi dan panen garam. Maka secara otomatis persediaan garam dimungkinkan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Jika tidak dibatasi import garam tersebut, maka berdampak pada harga garam kembali rendah yang mengakibatkan petani selalu rugi. 

"Kalau impor tidak dibatasi, mungkin harga garam di tingkat petani bisa rendah kembali," katanya saat lakukan sidak di Desa Aeng Sareh, Sampang, Selasa (1/8/2017).

Tak hanya itu, pihaknya berharap kepada pemerintah maupun pengusaha, untuk menstabilkan harga garam meski nantinya stok garam melimpah. "Kasian petani kalau harga garamnya di bawah harga eceran terendah," kata pria asal Kedungdung, Sampang itu.

"Kami inginkan harga garam tetap seperti saat ini meski nanti persediaan banyak. Karena sepengetahuan kami,  baru saat ini harganya cukup tinggi," pungkasnya.[sar/ted]

Tag : garam

Berita Terkait

Kanal Ekonomi