Lelang Bawang Rp 4,7 Milyar

LIRA Malang Temukan Bukti Pengadaan Lelang Bawang Merah Salahi Aturan

Kamis, 18 Mei 2017 15:55:08
Reporter : Brama Yoga Kiswara
LIRA Malang Temukan Bukti Pengadaan Lelang Bawang Merah Salahi Aturan

Malang (beritajatim.com) - Dugaan rekayasa lelang fasilitasi bibit bawang merah pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Malang senilai Rp.4,7 milyar ditengarai penuh kecurangan. Hal itu kembali dibuktikan oleh LSM LIRA Malang. Sinyalemen kecurangan proses tender lelang pengadaan barang dan jasa pada Pemkab Malang sejauh ini, sudah semestinya diperbaiki.

"Melihat pengguna uang negara untuk belanja melalui pihak ketiga ini, seluruh element masyarakat bisa memantau dan meneliti. Karena dana belanja yang dipakai adalah bersumber pada APBD. Jadi semua pihak bisa melakukan pengawasan secara langsung," ungkap Koordinator LSM LIRA Malang Raya, Zuhdy Achmadi, Kamis (18/5/2017).

Dalam lelang proyek pengadaan barang dan jasa, kata Didik sapaan akrabnya, sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor54 tahun 2010. “Karena sudah diatur dalam Perpres, masyarakat harus teliti. Penggunaan uang yang bersumber dari APBD Pemkab Malang ini untuk apa saja sih. Apa benar sudah disalurkan,” paparnya.

Menurutnya, dugaan lelang fasilitasi bibit bawang merah sarat rekayasa ini, sebenarnya bukan hanya sekali ini saja. “Kami juga menemukan CV yang sama, pernah menang lelang fasilitasi bantuan bawang merah pada petani di dinas yang sama pada tahun 2016 lalu. Hanya saja yang berbeda adalah, pada waktu itu nama dinasnya masih Dinas Pertanian dan Perkebunan,” bebernya.

Dengan temuan ini, lanjut Didik, upaya kecurangan proses lelang tender sangat terasa. Apalagi, CV Kinara Jaya Abadi selaku pemenang lelang Rp.4,7 milyar ini, skalanya kecil. TDP dan SIUP usahanya kecil. "Okelah jika usaha sesuai TDP dan SIUP nya kecil dengan modal Rp.200 juta mungkin saja bisa. Namun yang paling penting dalam Perpres tersebut, harus dilihat dulu neraca usaha CV tersebut baik atau tidak. Casf flow perusahaannya dilihat bagus atau tidak, kalau CV itu masih satu tahun beroperasi sementara bisa menang tender milyaran rupiah kan tidak masuk akal," tegasnya.

Didik menambahkan, pemilik CV bisa ikut tender dan menang lelang sekurang-kurangnya, harus mempunyai pengalaman minimal 3 tahun. Kalau sudah berpengalaman, baru neraca perusahaannya diseleksi. Kalau kemudian CV ini masih baru tapi sudah menang tender, otomatis ada aturan yang sengaja dilanggar.

"Pada saat CV Kinara Jaya Abadi menang tender tahun 2016 lalu, saat itu usianya masih 14 hari loh.Kok bisa kemudian menang tender senilai Rp.1,1 milyar. Kecurigaan LIRA dulu akhirnya terbukti, karena tahun ini CV Kinara lagi-lagi diduga melakukan kecurangan. Dan ini, suatu rangkaian konspirasi binis dalam proyek pengadaan bawang pada Distanbun Kabupaten Malang," paparnya.

Masih menurut Didik, Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) CV Kinara Jaya Abadi berskala kecil dan dikeluarkan pada tanggal 16 Mei 2016 lalu. Sementara pada tanggal 30 Mei ditahun yang sama, CV itu sudah ditetapkan menjadi pemenang dalam lelang fasilitasi bantuan bawang senilai Rp.1,1 milyar. Artinya, berbarengan dengan SIUP diterbitkannya CV, lalu lolos pasca kualifikasi lelang fasilitasi bawang pada petani.

"Ini konspirasi bisnis yang jelas melanggar aturan. Aparat penegak hukum jangan main-main, harus mau membongkar ini semua. LIRA menduga ada permainan lelang dan itu, harus segera diungkap," Didik mengakhiri. (yog/kun)

Tag : lelang bawang, pemkab malang

Berita Terkait

Kanal Ekonomi