Nasib Peternak Ayam Seperti Telur di Ujung Tanduk

Sabtu, 04 Maret 2017 00:37:00
Reporter : Yusuf Wibisono
Nasib Peternak Ayam Seperti Telur di Ujung Tanduk
Para pekerja sedang memberi makan ayam petelur di Kecamatan Mojowarno

Jombang (beritajatim.com) - Nasib peternak ayam petelur di Jombang semakin terpuruk. Ibarat telur berada di ujung tanduk. Hal itu menyusul anjloknya harga telur di pasaran.

Sudah begitu, harga pakan juga semakin melambung. Akibatnya, para peternak ayam petelur siap-siap gulung tikar. "Kami berharap pemerintah turun tangan untuk stabilisasi harga. Karena jika kondisi ini terus berjalan, maka kami bisa gulung tikar," ujar H Faisol (38), peternak asal Kecamatan Mojowarno, Jombang.

Faisol menjelaskan, saat ini harga telur dari peternak hanya Rp 13.800 per kilogram. Dengan harga itu, peternak tidak mendapatkan keuntungan. Pasalnya, harga pakan justru mahal, yakni Rp 5 ribu per kilogram.

Faisol lantas membeberkan hitungan riil. Setiap ekor ayam menghabkskan 100 gram atau 1 kilogram pakan pabrikan per hari. Praktis, untuk 1000 ekor ayam membutuhkan 100 kilogram pakan atau dua zak per hari.

Nah, setiap 1000 ekor ayam menghasilkan 45 kilogram telur. "Jika per kilogram ayam dihargai Rp 13.800, maka kami hanya mendapatkan Rp 621 ribu. Padahal untuk membeli pakan 100 kilogram, kita harus merogoh kocek sebesar Rp 500 ribu," katanya merinci, Jumat (3/3/2017).

Selain pakan, masih ada biaya yang harus ditanggung peternak. Diantaranya, tenaga kerja Rp 50 ribu per hari, obat Rp 10 ribu, serta biaya perawatan kandang. Peternak, kata Faisol, bisa kembali modal jika telur dilepas pada harga Rp 16 ribu per kilogram.

Dia melanjutkan, permasalahan peternak semakin komplek karena ada dugaan perusahaan besar selain menjual pakan, juga menjual telur di pasaran. Tentu saja, korporasi itu tidak akan merugi, karena mampu memproduksi pakan dan bibit sendiri. Mereka mengusai industri peternakan dari hulu sampai hilir.

"Dampaknya menghantam peternak kecil seperti kami. Ibaratnya kami harus adu lari marathon melawan sepeda motor balap. Tentu saja, kami yang ambruk kelelahan. Makanya, campur tangan pemerintah guna stabilisasi harga telur sangat diperlukan," ujar bapak dua anak ini. [suf]

Tag : telur

Berita Terkait

Kanal Ekonomi