Telur Ayam Sumbang Inflasi Tertinggi di Sumenep

Rabu, 04 Januari 2017 15:33:12
Reporter : Temmy P.
Telur Ayam Sumbang Inflasi Tertinggi di Sumenep
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno

Sumenep (beritajatim.com) - Pada Desember 2016, Sumenep tercatat mengalami inflasi sebesar 0,53 persen. Angka tersebut dibawah inflasi Jawa Timur sebesar 0,56 persen, namun melampaui inflasi Nasional sebesar 0,42 persen.

"Dari tujuh kelompok pengeluaran, tiga kelompok mengalami inflasi, dua kelompok mengalami deflasi dan dua kelompok lainnya relatif stabil," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno, Rabu (04/01/2017).

Ia memaparkan, kelompok bahan makanan mengalami inflasi tertinggi sebesar 2,10 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,13 persen.

"Untuk deflasi, kelompok sandang mengalami deflasi tertinggi sebesar 0,95 persen. Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami deflasi terendah sebesar 0,02 persen. Sedangkan kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga relatif stabil," jelasnya.

Ia memaparkan, Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah telur ayam ras, tongkol pindang, daging sapi, tongkol/ambu-ambu, udang besar, apel, cakalang/sisik, minyak goreng, bawang putih dan cabai rawit.

"Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah bawang merah, emas perhiasan, cabai merah, bayam, layang/benggol, ketimun, bandeng/bolu, daging ayam kampung, kelapa, dan magic com," ucapnya.

Ia menambahkan, dari 8 kota indeks harga konsumen (IHK) di Jawa Timur seluruhnya mengalami inflasi. "Inflasi tertinggi di kota Jember, yakni 0,93 persen. Sedangkan yang terendah di Kota Kediri sebesar 0,36 persen," pungkasnya. (tem/ted)

Tag : inflasi, sumenep

Berita Terkait

Kanal Ekonomi