Harga Daging Ayam di Bojonegoro Terus Meroket

Selasa, 19 Januari 2016 15:01:06
Reporter : Tulus Adarrma
Harga Daging Ayam di Bojonegoro Terus Meroket

Bojonegoro (beritajatim.com) - Harga daging ayam di Pasar Kota Bojonegoro selama dua bulan terakhir terus mengalami peningkatan secara bertahap. Peningkatan daging ayam itu tidak terpengaruh dengan adanya penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang mengalami penurunan.

Salah satu pedagang daging di Pasar Kota Bojonegoro, Mutmainah, mengungkapkan, secara bertahap, daging ayam mengalami peningkatan. Harga daging ayam yang mengalami peningkatan yakni, daging ayam potong. Dari harga sebelumnya Rp25 ribu perkilogram, meningkat Rp28 ribu, hingga sekarang menjadi Rp30 ribu.

Peningkatan harga daging ayam potong ini, menurutnya, karena terpengaruh dengan mahalnya biaya perawatan, seperti makanan. Selain itu, juga pengaruh adanya musim pancaroba yang membuat ayam potong banyak yang terkena penyakit dan meninggal dunia. "Stoknya minim, sehingga harganya naik," katanya, Selasa (19/01/2016).

Meningkatnya harga daging ayam potong ini menyebabkan jumlah konsumen menurun. Sehingga pihaknya berharap harga daging ayam potong bisa segera turun. Biasanya, kata dia, perhari jika harga daging ayam potong murah dia bisa menjual hingga 50 ekor ayam. "Sekarang perhari hanya bisa menjual ayam potong sekitar 25 sampai 30 ekor," katanya.

Sedangkan untuk harga daging ayam jenis ayam jawa harganya masih stabil. Perekor harganya senilai Rp35 ribu sampai Rp50 ribu. Sedangkan ayam jenis Irak seharga Rp35 ribu perekor. "Saya berharap harga ayam potong bisa turun dan stabil lagi," harapnya.

Sedangkan untuk daging sapi masih stabil. Harga daging sapi perkilogramnya antara Rp90 ribu hinga Rp100 ribu. Namun, meskipunharganya masih normal, stok daging juga menurun. "Daging sapi harganya masih stabil, hanya saja masih sepi pembeli. Perhari 2 kwintal tidak habis," kata Ani Arik, penjual daging asal Kadipaten itu.

Sementara, untuk harga kebutuhan pokok sendiri mengalami penurunan sejak dua minggu lalu. Seperti, harga cabe rawit merah yang sebelumnya perkilogramnya seharga Rp45 ribu menjadi Rp40 ribu. Cabe rawit hijau dari harga sebelumnya Rp20 ribu menjadi Rp16 ribu. Cabe tampar Rp35 ribu menjadi Rp20 ribu dan cabe lompong dari Rp25 ribu menjadi Rp17 ribu.

Menurut pedagang di Pasar Kota Bojonegoro, Yuni, mengungkapkan, hampir semua kebutuhan pokok mengalami penurunan. Hanya bawang putih yang mengalami peningkatan, dari harga Rp25 ribu menjadi Rp27 ribu, selain itu harga kentang juga meningkat. Dari harga Rp14 ribu menjadi Rp17 ribu. Harga bwang merah menurun dari Rp40 ribu menjadi Rp35 ribu. "Sebelumnya sempat mengalami peningkatan, tapi berangsur-angsur turun sejak dua minggu lalu," pungkasnya. [uuk/kun]

Tag : daging ayam

Berita Terkait

Kanal Ekonomi