Kapal Tak Berlayar, Sayuran dan Sembako Mulai Rusak
 

28 Januari 2012 15:21:42 WIB
Reporter : Temmy P.

Sumenep (beritajatim.com) - Cuaca esktrem yang terjadi selama hampir sepekan di perairan Sumenep menimbulkan antrian panjang truk dan pick up pengangkut sembako di pelabuhan Kalianget.

Salah satu nahkoda perahu, Ach. Bani, Sabtu (28/01/12) menjelaskan, dirinya diminta mengangkut sembako dari Pelabuhan Kalianget ke Pulau Kangean. "Yang punya barang-barang berupa sembako ini seorang pedagang di Pulau Kangean. Saya diminta ngantar dengan perahu ke sana. Tapi cuacanya buruk. Saya tidak berani berangkat," katanya.

Bani mengaku terpaksa bertahan di pelabuhan Kalianget hampir seminggu, karena cuaca masih tidak bersahabat. "Kalau saya memaksakan berangkat, justru bisa bahaya. Perahu bisa tenggelam dihantam ombak," ujarnya.

Namun menurutnya, karena terlalu lama tertahan di pelabuhan, sebagian sembako yang akan diangkutnya ke Kangean menjadi rusak. "Terutama untuk sayur mayur. Ya jelas sudah busuk dan rusak. Mau gimana lagi, ini kan karena cuaca," terangnya.

Bani berharap agar cuaca ektrem segera berakhir, sehingga perahunya bisa segera berlayar kembali. "Ya mudah-mudahan secepatnya cuaca membaik. Jadi perahu bisa berangkat lagi. Kalau makin lama di pelabuhan, saya khawatir makin banyak sembako yang rusak. Kasihan yang punya barang, pasti rugi besar nanti," imbuhnya.

Sementara Pelaksana Harian Kepala Administrator Pelabuhan Kalianget, Fajar Sadik menerangkan, cuaca ekstrem yang terjadi sejak Minggu (23/01/12), diperkirakan bertahan selama sepakan, atau hingga Senin (30/01/12).

"Kami memang mengimbau semua kapal menunda pelayaran, mengingat cuaca ekstrem. Ketinggian ombaknya bisa mencapai 5 meter untuk perairan Masalembu dan Kangean. Kondisi itu jelas membahayakan pelayaran," terangnya. [tem/ted]

KOMENTAR ANDA Posting Komentar 
0 Komentar