|
Dituduh Tampar Petugas Bea Cuka, Anggota DPR Akan Lapor Polisi
23 Februari 2012 08:49:23 WIB
Reporter :
-
Jakarta - Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PAN, Andi Taufan Tiro, akan melaporkan ke kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Setelah beredar informasi melalui BlackBerry Masenger (BBM) bahwa dirinya telah menampar petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Rabu (22/2/2012) pukul 19.15 Wib kemarin.
Kepada INILAH.COM, Taufan mengaku tidak pernah melakukan aksi penamparan seperti informasi yang beredar melalui BBM tersebut. Semua tudingan itu, dibantah oleh calon Bupati Bone, Makassar Sulawesi Selatan ini. Menyangkut informasi tersebut, Taufan mempertimbangkan untuk melaporkan ke kepolisian. "Malah saya berpikir untuk melaporkan pencemaran nama baik saya," kata Taufan, Kamis (23/2/2012).
Isi informasi BBM tersebut adalah 'Bantu broadcast untuk menegakkan keadilan dan memberantas keegoisan oknum DPR. Tadi sore di terminal kedatangan internasional bandara soekarno hatta, oknum anggota dewan kita yang terhormat dengan gagah berani menunjukkan egonya menampar petugas Beacukai dan membentak bahwa dia adalah anggota dewan hanya karena tidak mau disuruh antri pada saat pergantian shift sholat magrib. Oknum tersebut bernama Andi Taufan Tiro komisi V DPR tercinta'.
Terkait tudingan ini, Taufan mengaku akan mengkoordinasikan dengan Fraksi PAN DPR. Termasuk juga dengan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR. Sebab, kejadian itu terjadi ketika dirinya baru tiba dari Narita Jepang untuk acara BKSAP. "Saya tidak pernah sebut saya sebagai anggota DPR. Saya perlu bicara ke teman-teman Fraksi PAN dan BKSAP (sebelum lapor ke Kepolisian, red), ini bagaimana," katanya.
Sebelumnya, Taufan menceritakan, kejadian bermula ketika berada di bagian cargo bandara Soetta. Disitu, proses sangat lama, sementara banyak penumpang yang mengeluh. Kejadian berlanjut ketika antrian di extrail. Ada tiga ekstrail namun hanya satu yang dioperasikan. "Padahal antrian lama sekali. Ada satu jam dan antrian sudah panjang," katanya.
Melihat kejadian itu, Taufan mengaku berteriak dan meminta agar extrail yang ditutup itu dibuka. Taufan langsung ke extrail yang baru dibuka. Namun, tiba-tiba ada 3 petugas menghampirinya. Seorang lagi, lanjutnya, bahkan terlihat arogan dengan bertanya 'kenapa? kenapa?' pada dirinya."Lalu saya dorong. Mungkin menurut saya itu yang mereka maksud menampar," katanya. [gus]
Sumber : inilah.com |