Khofifah Ajak Kiai Pertanyakan APBN Rp 1.425 Triliun
 

22 Februari 2012 19:01:28 WIB
Reporter : Nanang Masyhari

Kediri (beritajatim.com) - Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menjadi salah satu pembicara dalam Halaqoh Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Hotel Bukit Daun, Kediri.

Di tengah-tengah para kiai yang hadir, Menteri Pemberdayaan Perempuan era KH Abdurrahman Wahid itu mempertanyakan pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) selama pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga melebihi 1.000 trilyun.

"Tahun ini APBN kita sebesar Rp 1.425 trilyun, tahun sebelum Rp 1.336 trilyun. Empat tahun terakhir APBN diatas Rp 1.000 trilyun. Ayo melakukan runtutan. Apa proyek besar yang sudah diresmikan oleh presiden atau wakil presiden? Kalau tidak, duit ribuan trilyun itu untuk apa?" kata Khofifah, Rabu (22/02/2012).

Masih kata Khofifah, pemerintah menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia melaju sangat pesat. Tetapi kenyataanya, sejumlah pahan pangan seperti, jagung, kedelai dan jagung masih impor dari negara lain. Menurutnya sangat kontradiktiv. Pasalnya, Indek Pembangunan Manusia yang kriterianya dilihat dari tiga aspek justru mengalami kemerosotan. Pendidikan, kesehatan dan kemandirian mengalami penurunan.

Hal senada diungkapkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfudz MD yang juga sebagai pembicara. Katanya, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang berkembang hingga mencapai angka 6,5 persen. Bahkan Luar Negeri mengakuinya. Tetapi kenyataanya, rakyat tidak merasakannya. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh sekelompok orang. Dia berharap program pemerataan pembangunan menyangkut sektor riil, bukan hanya permainan saham. Karena tidak akan berarti untuk rakyat. [nng/kun]

KOMENTAR ANDA Posting Komentar 
0 Komentar