PDIP Kabupaten Malang Gelar Kaderisasi Tingkat Pemula
 

28 Januari 2012 13:24:58 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara

Malang (beritajatim.com) - Konsolidasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Malang mulai ditingkatkan.

Guna menciptakan banyak kader militan, partai berlambang kepala banteng dan moncing putih ini, menggelar Kaderisasi Tingkat Pemula, Jumat (27/1/2012) malam DI Hotel Cakra, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Kaderisasi tingkat pemula dihadiri seluruh Anggota DPRD setempat dari Fraksi PDI-P, 33 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI-P dan juga Ratusan Kader Moncong Putih.

Mantan Bupati Malang, Sujud Pribadi yang besar dari partai bentukan Megawati Soekarno Putri itu, turut hadir bersama jajaran Dewan Pertimbangan DPC PDI-P Kabupaten Malang seperti Geng Wahyudi dan Marsudi Pande Negara termasuk ketua DPD PDI-P Jawa Timur, Sirmadji Pragolo.

Dalam sambutanya, Ketua Dewan Pertimbangan DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Malang, Sujud Pribadi menegaskan, kader militan, harus punya arah perjuangan yang tulus. Seorang kader PDI-P, harus mengutamakan nasionalisme. Menjunjung tinggi negara berdaulat dan bekerja keras untuk kesejahteraan rakyat kecil. "Demokrasi adalah kekuasaan di tangan rakyat. Kalau organisasi, kekuasaan ada ditangan anggota. Keputusan dalam organisasi, jangan sampai merugikan anggota dan para kader dan jajaran pengurus," paparnya.

Sujud menerangkan, organisasi dalam kaderisasi tingkat pemula yang bagus, harus mempunyai daftar terinci dengan benar. Sebebas apapun demokrasi, tidak bisa keluar dari inti pokok yakni Pancasila.

Sebagai seorang nasionalis, meletakkan negara diatas segala-galanya wajib hukumnya. Dalam partai pun seperti itu. Partai adalah segala-galanya yang harus diutamakan bagi seorang kader. "Partai menjadi besar jika seluruh anggota dan kader bisa terakomodir dengan baik," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPC PDI-Perjungan, Marsudi Pande Negara menambahkan, memaknai demokrasi saat ini lebih bersifat sekedar voting belaka. Ajaran PDI-P yang dibawa Bung Karno jelas mendidik kader PDI-P untuk bisa membebaskan rakyat dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. "Bung Karno berpesan, kejujuran dan keterbukaan adalah segala-galanya. Asaz mufakat dalam demokrasi PDI-P yang paling utama, membawa partai menjadi besar," pungkasnya. [yog/ted]

KOMENTAR ANDA Posting Komentar 
0 Komentar