|
Intel Kodim 0816 Kantongi Identitas Pelaku Penusukan Prada Lugik
22 Februari 2012 22:03:21 WIB
Reporter :
M. Ismail
Sidoarjo (beritajatim.com) - Intelejen Kodim 0816 Sidoarjo terus menyelidiki kasus penusukan terhadap Prada Lugik Sulistyo (25), anggota Detasemen Angkutan dan Jasa V TNI-AD, Ketimang, Wonoayu, Minggu (19/2/2012) malam, di Jalan Kyai Mojo, depan masjid Desa Jeruk Gamping, Kecamatan Krian
Saat ini, indentitas para pelaku yang berjumlah lima orang itu juga sudah dikantongi Kodim 0816 Sidoarjo. Pelaku diketahui domisilinya tak jauh dari tempat kejadian.
Pelaku utama yang menusuk korban dengan menggunakan sangkur korban diduga kuat adalah Rohli alias Wok Wik (20) warga RT 6 RW 1 Desa Jeruk Gamping, Krian. Pelaku kedua adalah Yusuf alias Sugiarto (27) RT 4 RW 2 Desa Jeruk Gamping Krian.
"Kedua pemabuk usai pesta miras di daerah Jeruk Gamping inilah yang mendalangi penusukan terhadap korban. Korban ditusuk lima kali usai merebut sangkur milik korban," tegas Intel Kodim yang tak bersedia namanya disebutkan, Rabu (22/2/2012).
Dia juga menyebut, pelaku ketiga dan keempat adalah Andjar (21) warga RT 3 RW 1 Desa Jeruk Gamping dan Ahmad Bagus (20) warga RT 5 RW 1 Desa Jeruk Gamping. Pelaku kelima yang diduga ikut terlibat, Suhendra (19) dan Sandi (25) yang juga warga Jeruk Gamping RT 6 RW 1. "Mereka masih dicari keberadaannya untuk dimintai keterangan,” tandas sumber itu.
Rencananya, secepatnya juga akan dilakukan pertemuan yang difasilitasi Kepala Desa Jeruk Gamping, Muspika Krian, dan perwakilan Detasemen Jasa Angkutan V TNI-AD Ketimang untuk memanggil saudara, orangtua para pelaku. "Kita ingin para pelaku segera menyerahkan diri dan dijamin pula keamanannya," janji.
Diberitakan sebelumnya, malam itu, Prada Lugik Sulistyo, anggota Detasemen Jasa dan Angkutan V Ketimang Wonoayu asal Pare, Kediri perjalanan dari Kediri menaiki Honda Tiger AG 6064 GH akan kembali ke asrama. Saat motor yang dikendarai melaju di Jalan Kyai Mojo, korban melintas di rel KA Krian, tiba-tiba dipotong oleh tiga orang boncengan yang menaiki Yamaha Mio warna biru. Korban yang terkejut, langsung menghentikan motor dan mengumpat pengendara sepeda motor Mio yang terus meneruskan perjalanan.
Sesampainya di pertigaan Jalan Kyai Mojo, korban dihadang oleh pengendara Mio tadi. Korban kemudian berhenti dan turun dari motor. Tiga orang tadi langsung merangsek ke arah korban, dan merebut sangkur yang diselipkan di pinggang korban. Sangkur itu kemudian ditusukkan ke pinggang korban hingga lima kali bagian kanan kiri hingga usus terburai.
Korban kemudian ditolong warga dan kemudian ditolong temannya dari asrama, karena korban yang masih sadar sempat menghubungi temannya. Usai menjalani perawatan di rumah sakit, kini kondisi korban semakin membaik. [isa/kun]
|