Konflik SMKN 3 Tanggul Diduga Bermotif Konflik Personal

22 Februari 2012 18:21:56 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan

Jember (beritajatim.com) - Konflik di tubuh SMK Negeri 3 Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang menyebabkan beberapa kali terjadi aksi unjuk rasa guru dan siswa diduga dipicu konflik personal.

Demikian dikemukakan Sahroni, anggota Komisi D Bidang Pendidikan DPRD Jember, Rabu (22/2/2012). "Kami kemarin melakukan inspeksi mendadak ke SMKN 3 Tanggul. Kami bertemu dengan Komite Sekolah," katanya.

SMKN 1 Tanggul tengah dilanda kemelut sejak tahun lalu. Kepala SMKN 1 Tanggul Agus Budiarto dituntut mundur oleh sebagian guru. Bahkan, terakhir, Jumat pekan lalu, siswa juga ikut berunjuk rasa.

Dalam kunjungan sidak itu, Komisi D menggali sejumlah informasi perkembangan SMKN tersebut. Dari sejumlah informasi diduga, bahwa selain konflik personal, ada ketidakpuasan terhadap perubahan pola pengelolaan keuangan oleh Kepala SMKN 3 Tanggul.

Selama kepemimpinan kepala sekolah yang lalu, setiap bidang dan jurusan diberi hak uuntuk mengelola anggaran. Tahun kedua menjabat, Kepala SMKN 3 Tanggul Agus Budiarto melakukan sentralisasi keuangan, agar lebih akuntabel.

Agus membuat semacam bank mini. Selain membuat pengelolaan keuangan lebih mudah terpantau, bank mini juga menjadi ajang praktik belajar siswa. "Mungkin pola baru yang lebih akuntabel ini bikin resah, sehingga ada pergerakan," kata Sahroni.

Pekan depan, Komisi D akan mengeluarkan rekomendasi terkait konflik di SMKN 3 Tanggul. Sahroni tidak menolak jika ada penyegaran berupa pergantian kepala SMKN 3 Tanggul. Namun ia ingin memastikan bahwa pergantian itu dikarenakan tekanan dari aksi unjuk rasa. "Kita tidak ingin pola begini (aksi demo) diduplikasi lembaga pendidikan lain di Jember," katanya. [wir]

KOMENTAR ANDA Posting Komentar 
0 Komentar