|
Dr Yanuar Nugroho: Ruwetnya Perijinan Pemerintah Halangi Periset
22 Februari 2012 17:23:55 WIB
Reporter :
Alfadila Ema Yunita
Surabaya (beritajatim.com) - Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya serius berperan aktif dalam menciptakan inovasi teknologi. Melalui seminar Diskusi Ilmiah Inovasi Teknologi, Rabu (22/2/2012), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS mengajak periset se-Jawa Timur lebih produktif mengembangkan teknologi bagi Indonesia.
"Selama ini kita ekspor bahan baku enginering ciptaan kita dari Eropa. Mungkin dengan begitu kita bisa mempelajari strategi inovasi teknologi yang ada di negara-negara Eropa," papar R.O. Saut Gurning, M.Sc., Ph.D, kepala Pusat Inovasi Teknologi LPPM ITS di Gedung NASDEC. Tambahnya, karena perkembangan teknologi semakin canggih, kita harus terus berinovasi.
Sejalan dengan itu, Dr Yanuar Nugroho Anggota Komite Inovasi Eropa selaku pemateri memaparkan tiga bidang kelembagaan mendorong sistem pengetahuan global berbasis ekonomi adalah universitas, industri dan pemerintah. Pemerintah seharusnya membuka lebar tentang perizinan melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan bagi Perguruan Tinggi. "Ruwetnya perizinan riset dari pemerintah itu yang membatasi kreativitas periset," katanya.
Acara bertajuk 'Peran Universitas Dalam Pengembangkan Inovasi Teknologi' diharapkan menjawab peran Universitas. Yakni sebagai aktor utama produksi pengetahuan.
Yang membanggakan, rupanya ITS selama ini menjadi dapur pengembangan teknologi pertahanan di Indonesia. Beberapa produk hasil inovasi mahasiswa dan dosen yang sudah dipatenkan dan diproduksi, bahkan dijual kepada konsumen. Seperti yang sudah, ciptaan Kapal Perang untuk Teknologi Pertahanan Keamanan NKRI.[faf/ted]
|