|
Tim Optimalisasi, Minta Pemaparan Setelah Ijin IMB Keluar
22 Februari 2012 23:15:53 WIB
Reporter :
Tulus Adarrma
Bojonegoro (beritajatim.com) - Ketua Tim Optimalisi Proyek Pengeboran Minyak Blok Cepu Banyuurip Bojonegoro, Suhadi Moeljono mengungkapkan, jika sebagai langkah awal sebelum malaksanakan proyek rekayasa, pengadaan dan kontruksi engineering, procurement, and construction (EPC) 1, PT Tripatra Engineer & Construction, Kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), harus melaksanakan presentasi project pembangunan central processing facility (CPF) Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, kepada Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Pertemuan terhadap Tim Optimalisasi dengan Pemenang tender PT Tripatra dilakukan untuk mengetahui secara detail proyek EPC 1 yang akan dilaksanakan.
Sekaligus juga mengetahui perkembangan peluang kerja maupun usaha yang dapat dikerjakan kontraktor atau pengusaha lokal Bojonegoro. "Tiga aspek yang berdampak langsung terhadap Masyarakat sekitar tidak boleh lepas. Karena Pemerintah hanya bisa membantu dari hal itu," ujar Suhadi Moeljono, Rabu (22/02/2012).
Sementara Direktur Eksekutif PT. Tripatra, Teguh Haryono mengungkapkan, untuk memaksimalkan kandungan lokal proyek EPC 1 ini akan membagi pengerjaan menjadi beberapa paket. Cara ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2011 tentang optimalisasi kandungan lokal dalam kegiatan industri migas di Kabupaten Bojonegoro. "Ada beberapa paket proyek yang akan dilaksanakan di proyek EPC 1 ini, diantaranya, penyiapan lahan, kontruksi, pengadaan jasa dan tenaga kerja," ungkapnya.
Dalam pertemuan yang dilakukan di Pemkab Bojonegoro juga dihadiri oleh, perwakilan pejabat BP. Migas yakni Edy Hermanto, Pengawas Amdal (Wasdal) dan Iip Ardian, Deputy Project Manager EPC1. Kemudian Tim EPC 1 dari MCL adalah Stan Kencewik, Site Construction Manager EPC 1, Robi Nugraha Environment, Ihsan, dan Ichwan Arifin Public Government Affairs (PGA). [uuk/kun]
|