EMCL Pertanyakan Hasil Pengecekan Suhu

Sabtu, 13 Oktober 2018 16:29:47
Reporter : Tulus Adarrma
EMCL Pertanyakan Hasil Pengecekan Suhu

Bojonegoro (beritajatim.com) - Operator minyak dan gas bumi (Migas) lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mempertanyakan hasil pengecekan suhu yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di sekitar wilayah produksinya.

Saat ini, pihak operator mengaku sudah memasang alat pemantau suhu di Dusun Ledok, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan penanaman pohon penghijauan di sekitar wilayah operasi.

Sebelumnya, hasil pemeriksaan suhu yang dilakukan oleh DLH Kabupaten Bojonegoro, suhu di sekitar Lapangan Banyu Urip, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, berada di titik 41 derajat celsius. Dengan kelembaban udara 17 persen.

Sementara, suhu yang ada di sekitar pengeboran migas tersebut berada di atas suhu di wilayah Kota Bojonegoro. Pada pukul 13.30 WIB, suhu di Kota Bojonegoro berada di titik 39,5 derajat celsius dengan kelembaban udara 30 persen.

"EMCL telah dan akan terus memaksimalkan program penghijauan di sekitar wilayah operasi sesuai kebutuhan, baik di lokasi fasilitas produksi maupun di lingkungan desa sekitar bekerja sama dengan masyarakat, dinas terkait dan mitra program," ujar External Affairs Manager ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Dave Ardian Seta.

Dave menambahkan, EMCL sudah menanam 11.095 pohon di dalam lingkungan Lapangan Banyu Urip. Ditargetkan pada 2019 akan tertanam 12.900 pohon. Mulai dari pohon buah, pohon peneduh, hingga pohon pengarah.

"Program penghijauan ini sebagai bagian dari komitmen EMCL dalam mewujudkan lingkungan yang asri dan hijau dan sekaligus mendukung program penanaman pohon dan penghijauan Pemkab Bojonegoro," ujarnya, Sabtu (13/10/2018).

Pohon yang ditanam, Pohon Gayam (Inocarpus Fagifer) yang terkenal sebagai pohon penghijauan karena daya serapnya terhadap air sangat bagus. Oleh sebab itu, di pedesaan, pohon Gayam sering tumbuh berdekatan dengan 'sendang' atau kolam.

Pohon yang bisa tumbuh tinggi hingga 20 meter dan diameter hingga 6 meter ini merupakan pohon biji-bijian. Selain sebagai peneduh, pohon ini menghasilkan biji yang bisa dimakan. Berbagai kelebihan inilah yang mendorong EMCL menanam pohon Gayam di area Lapangan Banyu Urip akhir September lalu.

Pemilihan pohon Gayam juga untuk menandakan bahwa Lapangan Banyu Urip berada di Kecamatan Gayam. Proyek negara kebanggaan masyarakat Kecamatan Gayam. Sebelumnya, EMCL telah menanam 6 pohon Gayam di area flyover Lapangan Banyuwangi Urip yang bisa langsung terlihat warga dari jalan raya Bojonegoro-Cepu, serta di pintu masuk ditanam 18 pohon. [lus/suf]

Tag : emcl

Berita Terkait

Komentar

Kanal Berita Migas