Pengelolaan Lingkungan, Gus Ipul Ajak Masyarakat Contoh Bangsring

Rabu, 26 September 2018 22:18:01
Reporter : Renni Susilawati
Pengelolaan Lingkungan, Gus Ipul Ajak Masyarakat Contoh Bangsring

Probolinggo (beritajatim.com)– Wakil Gubernur Jatim Syauffulah Yusuf mengajak semua pemangku kepentingan mengelola lingkungan dengan baik.

Jika berhasil, masyarakat tidak hanya melestarikan lingkungan, lebih dari itu bisa mengembangkan menjadi objek wisata alam yang memberikan penghasilan bagi masyarakat.

Salah satu contoh yang bisa dicontoh, kata Gus Ipul,  adalah pengelolaan lingkungan di Pantai Bangring, Banyuwangi. Dulu pantai itu amburadul, terumbu karangnya rusak. Kini pantai itu bersih, terumbu karang ditanam dengan baik.

"Hasilnya, jadi objek wisata andalan di Banyuwangi. Dikunjungi wisatawan, memberi kehidupan bagi masyaraka. Kalau mau, kita bisa mengelola lingkungan dengan baik, melestarikan lingkungan sekaligus memberi nilai ekonomi yang besar bagi masyarakat," ungkap Gus Ipul, Selasa (25.9/2018).

Hal itu diungkapkan Gus Ipul  dalam sambutan saat menghasiri puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Konservasi Nasional Digelar di Tepi Pantai Paiton. Hadir dalam acara ini, antara lain,  Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) M.R. Karliansyah dan Direktur Pengendalian dan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pantai Dr Dida Mighfar Ridha.

Dalam kegiatan bertema "Bersama Kendalikan Sampah Plastik", Gus Ipul  memberikan penghargaan pada  17 perusahaan, 19 sekolah, dan 5 pegiat lingkungan hidup. Salah satunya perusahaan yang mendapatkan penghargaan adalah Pertamina Hulu Energi West Madura Off Shore (PHE WMO), yang beroperasi 60 mill di lepas pantai Madura.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi dari pemerintah Jatim, kepada mereka yang peduli lingkungan, mengingat jumlah sampah di Jatim tiap tahunnya terus meningkat,”ujar Wagub Jatim.

Saifullah Yusuf memaparkan, sampah plastik di Jatim tiap tahunnya mencapai 1,2 juta ton. Hanya 30 persen yang masuk pengelolaan sampah. Sisanya, mencemari lingkungan, termasuk pantai dan laut.

"Karenanya perlu peranan semua pihak, untuk menyelesaikan masalah sampah dan limbah di Jatim ini,” katanya.

PHE WMO Raih Gelar ke Tujuh

Ditemui terpisah General Manager Pertamina Hulu Energi West Madura Off Shore, Kuncuro Kukuh, ia mengaku bangga dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan Pemda Jatim ke perusahaan yang dipimpinnya.

Ini adalah penghargaan ketujuh kalinya dari Pemprov yatim untuk bidang pengelolaan lingkungan. Penghargaan dari Pemprov Jatim ini, lanjutnya, menjadi penyemangat bagi PHR WMO untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup.

"Total sudah 7 kali PHE WMO meraih penghargaan ini. Kami berharap bisa mempertahankan dan meningkatkan,” terang Kuncoro Kukuh didampingi Field Manager PHE WMO Muhammad Yani dan  Environment Manager - QHSSE PHE Agus Sucahyo.

Dalam kegiatan yang diwarnai Kemah Hijau, bersih-bersih pantai, aksi pembibitan terumbu karang di Pantai Binor, Paiton itu, Kuncoro Kukuh menyerahkan bantuan perahu karet dari PHE WMO untuk Pemprov Jatim yang diterima Kepala Dinas LH Prov. Jatim, Dr. Ir. Diah Susilowati, MM.

"Bantuan perahu karet ini bagian dari dukungan kami terhadap usaha pengelolaan lingkungan yang lebih baik," kata Kuncoro Kukuh.

Selain menjadi langganan penerima penghargaan dari Pemprov Jatim, PHE WMO sudah 2 kali berturut-turut meraih Proper Emas, penghargaan tertinggi pengelolaan lingkungan tingkat nasional.

Penghargaan itu didapat PHE lewat tiga program CSR  “Sinergi Bahari” yang terdiri dari Program Si Komo Pasir (Aksi Konservasi Mangrove Berbasis Pesisir) di Taman Pendidikan Mangrove (TPM) Desa Labuhan, Program Merubah Limbah Jadi Berkah, Kampung Hijau Sumber Rejeki di Desa Sidorukun, Gresik dan Program Air Bersih Berkelanjutan - HIPPAM Sumber Barokah di Desa Bandangdajah, Kec. Tanjungbumi, Bangkalan.[rea/ted]

Tag : migas

Berita Terkait

Komentar

Kanal Berita Migas