Ini Agenda SKK Migas di Banyuwangi

Rabu, 12 September 2018 18:00:41
Reporter : Rindi Suwito
Ini Agenda SKK Migas di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Satuan Kerja Khusus  (SKK) Migas - Kontraktor Kontraktot Kerja Sama (KKKS) Wilayah Jabanusa menggelar Forum Kesekuritian dan Handak 2018.

Kali ini, mengambil tema Sinergi pengamanan terhadap ancaman terorisme dan pengelolaan handak dalam industri hulu migas. Acara berlangsung di Ballroom, Hotel El Royale Hotel, Kabat, Banyuwangi.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jabanusa, Ali Masyhar dalam laporannya mengatakan, hulu migas termasuk obyek vital strategis. Menurutnya, hidup adalah gerak. Gerak adalah energi.

"Siapa yang mau gerak dan membangun, kuncinya adalah energi. Energi adalah urusan kita semua. Semua harus bersinergi. Jika semua alat musik disinergikan akan menimbulkan bunyi yang bagus," ungkap Ali dalam sambutannya, Rabu (12/9/2018).

Ali menyampaikan, kegiatan ini merupakan kegiatan resmi yang diselenggarakan setiap tahun. Kesekuritian ini dinilai penting, pasalnya hulu migas harus didukung dengan kondisi aman nyaman sehingga iklim akan berjalan lancar.

"Sehingga acara ini perlu digelar salah satunya itu," terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya turut mengundang sejumlah unsur, baik dari TNI dan Polri. Jumlah total sekitar 160 undangan.

"TNI 59 orang. Polri 24 personil. KKKS 23 orang. SKK Migas 22 orang. Total undangan 160 orang. Polri dan TNI sangat sibuk karena di tahun politik. Tapi sinergi berjalan sehingga acara tetap berlangsung dan banyak yang hadir," ujarnya.

Sementara itu, lanjut Ali, saat ini ada 17 KKKS (Kontraktor Kontraktor Kerja Sama), semua sudah produksi. Selebihnya masih tahap eksplorasi. "Negara 70 persen masih bergantung pada migas," terangnya.

Selain itu, SKK Migas sebagai pengendali pengoperasian hulu migas butuh keamanan agar migas nasional sesuai target APBN.

Untuk itu SKK Migas sudah bekerjasama dengan TNI AD, AL dan Polri dalam rangka pengamanan hulu migas lewat nota kesepahaman.

"Tiga puluh persen devisa negara dari migas berada di Jabanusa (Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara). Dan fase eksplorasi maupun eksploitasi agar bisa berlanjut untuk negara. Ancaman terorisme dan radikalisme cukup meresahkan. Kita punya konsep penanggulangan dari luar dan dari dalam agar tidak memicu ancaman," Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Muhammad Atok Urrahman.

Melihat kerawanan itu, kata Atok, SKK Migas siap bersinergi dengan semua unsur agar ketersediaan energi negara terjaga. TNI dan Polri diharap harmonis dalam mengamankan hulu migas.

"Bahan peledak sangat strategis digunakan oleh siapa saja. Tidak hanya oleh TNI dan Polri. Warga sipil juga bisa menggunakan. Penggunaan, pemanfaatan dan penyimpanan agar diketahui oleh aparat keamanan. Tidak hanya di Jabanusa. Di Papua dan Maluku serta wilayah lain agar diketahui. Ini sekedar masukkan. Kalau ada apa-apa tidak saling menyalahkan,"

"Kejadian di Kalimantan Timur dituntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) karena pencemaran minyak. Di Banten, kapal lego jangkar mengenai pipa gas. Untung ada suplai dari pihak lain untuk menerangi PLTU. Padahal kejadiannya berlangsung dekat dengan Asian Games 2018. Ini harus diawasi dan dijadikan pelajaran agar tidak terjadi di wilayah Jabanusa," pungkasnya. (rin/ted)

Tag : migas

Berita Terkait

Komentar

Kanal Berita Migas