Produksi Blok Pangkah Gresik Bisa Capai 12.500 Barel Minyak dan 90 Juta Kaki Kubik Gas

Minggu, 09 September 2018 21:49:45
Reporter : Ainur Rohim
Produksi Blok Pangkah Gresik Bisa Capai 12.500 Barel Minyak dan 90 Juta Kaki Kubik Gas

Jakarta--Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT Saka Energi Indonesia (Saka) untuk melakukan percepatan pengembangan potensi minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja Blok Pangkah, laut utara Jawa Timur.

Permintaan ini usai ditemukannya cadangan minyak bumi di sumur eksplorasi Tambakboyo atau sering disebut TKBY-2. "Kami mendorong agar lapangan harus secepatnya dikembangkan, saya sudah sampaikan langkah-langkahnya agar lapangan Tambakboyo ini bisa dipercepat," kata Wamen ESDM Arcandra Tahar, Minggu (9/9/2018).

Dia menyebutkan, eksplorasi sumur TKBY-2 proyek strategis yang berpotensi menambah cadangan migas nasional. Dengan begitu, ia meminta agar Saka melakukan koordinasi dengan Kementerian LHK, TNI Angkatan Laut, dan Dirjen Perhubungan Laut.

Tujuannya, untuk meminimalisir kendala sehingga kegiatan ekplorasi dan pengembangan Blok Pangkah ini bisa berjalan dengan baik. Sementara dari pihaknya, di Kementerian ESDM, Arcandra berjanji akan mempercepat terutama dari sisi proses izinnya.

"Kami berjanji lewat SKK Migas untuk membantu agar proses izin dan lain-lainnya bisa dipercepat. Kita sangat mendorong dan sangat senang adanya discovery yang baru ini, yang kemungkinan besar cukup signifikan dengan penemuan cadangan minyak kita akhir-akhir ini," ujar Arcandra.

Saka Energi telah menjadi operator di Blok Pangkah sejak tahun 2014, dengan masa kontrak hingga Mei 2026. TKBY-2 merupakan sumur kedua yang berhasil dibor oleh Saka di struktur Tambakboyo, Blok Pangkah.

Pengembangan Blok Pangkah, ini Saka Energi sudah berinvestasi pengembangan lapangan Sidayu dan West Pangkah senilai Rp 2,4 triliun. Dari kedua lapangan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi Blok Pangkah hingga mencapai 12.500 BOPD minyak dan 90 MMSCFD gas.

Adapun saat ini, PT Saka Energi Indonesia mengelola 11 Wilayah Kerja di Indonesia dan satu blok Shale Gas di Amerika Serikat. Dari jumlah tersebut, anak usaha PGN ini mengelola lima wilayah kerja sebagai operator dengan kepemilikan 100 persen hak partisipasi, yakni di Pangkah, South Sesulu Wokam II serta Pekawai dan West Yamdena. [air]

Tag : saka energi

Berita Terkait

Komentar

Kanal Berita Migas