Operator Migas di Bojonegoro Salurkan Kurban ke Masyarakat

Selasa, 21 Agustus 2018 18:04:07
Reporter : Tulus Adarrma
Operator Migas di Bojonegoro Salurkan Kurban ke Masyarakat

Bojonegoro (beritajatim.com) – Masyarakat sekitar Proyek Jambaran – Tiung Biru (JTB), khususnya desa-desa yang termasuk wilayah operasi Proyek Lapangan Gas yang dioperatori oleh PT Pertamina EP Cepu, hari ini mendapatkan hewan kurban, Selasa (21/8/2018).

Sebanyak 18 sapi dan 27 kambing telah dibagikan ke wilayah beberapa desa di sekitar Kecamatan Ngasem, Purwosari, Tambakrejo, Gayam, Kalitidu, termasuk Koramil dan Polsek. Dan beberapa di daerah Kota, yaitu kepada Panitia Peringatan Hari Besar Indonesia (PHBI) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Polres Bojonegoro serta Kodim 0813 Bojonegoro.

Penyerahan hewan kurban juga dilakukan di sekitar kantor PEPC di Jakarta, tepatnya di Patra Jasa Office Tower telah diserahkan 1 (ekor) sapi di masjid terdekat.

Hewan kurban tersebut merupakan kerjasama antara PEPC bersama dengan rekan-rekan yang bekerja di Proyek Gas Processing Facility (GPF) dan juga Kontraktor Konsorsium Rekayasa Industri – Japan Gas Indonesia – Japan Gas Corporation (RJJ).

"Semoga penyerahan hewan kurban dari PEPC dan pekerjanya serta Konsorsium RJJ dan pekerjanya dapat didistribusikan/diserahkan kepada yang berhak," ujar Kunadi, PGA & Relation Manager PEPC di sela-sela penyerahan hewan kurban di kantor PHBI Bojonegoro.

Panitia PHBI Bojonegoro, Makmun menyatakan rasa terima kasihnya dan mengucap syukur atas hewan kurban yang diserahkan PEPC. Semoga kedepan, PEPC selalu mendapat dukungan yang baik dari Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Bojonegoro.

Sementara itu salah satu penerima hewan kurban, yaitu Desa Pelem, melalui Kades Sudawam, mengatakan kegembiraannya atas penyerahan hewan kurban. "Insya Allah PEPC semakin barokah dan proyek berjalan lancar tanpa hambatan apapun," ungkapnya.

Sementara, hal yang sama juga dilakukan oleh sejumlah karyawan muslim yang bekerja di operator lapangan minyak dan gas (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Karyawan di perusahaan migas tersebut menyerahkan hewan kurban kepada masyarakat sekitar operasi di Kecamatan Gayam.

Secara simbolik, hewan kurban yang terdiri dari tiga ekor sapi dan 31 kambing diserahkan perwakilan karyawan kepada desa-desa penerima dengan disaksikan ulama setempat. "Kurban ini merupakan kerelaan karyawan muslim di EMCL yang sepenuhnya peduli kepada warga sekitar," tutur Ketua BDI EMCL, Dasep Alfiah.

Menurut Dasep, BDI EMCL sebagai organisasi keagamaan karyawan muslim, setiap tahun menyalurkan qurban dari karyawan kepada warga sekitar. Bagi dia, warga Kecamatan Gayam sebagai tetangga terdekat juga merupakan bagian dari keluarga.

"Hubungan harmonis kami dengan warga sekitar yang terjalin selama ini mencerminkan kekeluargaan yang telah kita bangun," ungkapnya.

Kata Dasep, setiap tahun jumlah hewan yang disalurkan bervariasi. Biasanya disebabkan tidak setiap tahun karyawan yang sama melakukan qurban. "Karena kita juga sadar bahwa qurban itu sesuai kemampuan, dan kondisi para jamaah di BDI EMCL yang menitipkan tidak sama setiap tahunnya," jelasnya.

Qurban bagi Dasep merupakan ibadah individu muslim yang mampu. Dengan berqurban, karyawan muslim EMCL telah meneladani ketaatan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS. Selain itu, dengan berqurban di sekitar tempat bekerja, karyawan mewujudkan rasa kepeduliaan terhadap sesama. "Jadi ini amalan individu, bukan perusahaan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mojodelik, Yuntik Rahayu menyampaikan terima kasih kepada karyawan EMCL yang telah memberikan hewan qurban ke desanya. Dia menyebut bahwa warganya senang bisa bertetangga dengan sesama muslim yang peduli. "Ini harus kita syukuri," cetusnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Desa Gayam, Winto. Dia mengapresiasi karyawan yang senantiasa mengamalkan ibadah sunah Nabi Ibrahim ini. “Semoga barokah dan rezekinya semakin lancar, BDI EMCL juga dilancarkan segala urusan dakwahnya,” tuturnya mendoakan. [lus/but]

Tag : pertamina

Berita Terkait

Komentar

Kanal Berita Migas