Waspada Penipuan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa di PT Pertamina EP Cepu

Minggu, 05 Agustus 2018 00:13:53
Reporter : Tulus Adarrma
Waspada Penipuan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa di PT Pertamina EP Cepu

Bojonegoro (beritajatim.com) - Operator pengembangan lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) PT Pertamina EP Cepu (PEPC) membuka kontrak pekerjaan dalam hal pengadaan barang (Purchase Order/ PO) atau pengadaan jasa (Kontrak/ Perjanjian). PEPC menilai, kegiatan tersebut rawan disalahgunakan oknum untuk melakukan penipuan.

Public Government Affairs & Relations Manager PEPC, Kunadi mengatakan, proses pembukaan kontrak pengadaan barang dan jasa ini berpotensi terjadi penipuan. Biasanya, kata dia, oknum menipu korban dengan cara memberikan informasi telah mendapatkan PO/ Kontrak Pekerjaan dari PT Pertamina EP Cepu (PEPC) atau pelaksana pekerjaan proyek JTB yang ditunjuk oleh PEPC.

Oknum memberikan informasi dengan menunjukkan dokumen PO atau Kontrak Pekerjaan palsu yang mencantumkan nilai proyek yang seolah-olah telah diperoleh dan meminta kepada calon korban agar bersedia bekerja sama dengan cara menyertakan modal sebagian atau seluruhnya dengan janji mendapatkan keuntungan yang besar.

"Kepada masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya untuk berhati-hati dan tidak begitu saja menerima penawaran investasi atau bisnis dengan janji pemberian keuntungan yang besar atau tidak wajar melalui modus penipuan dimaksud," ujarnya, Sabtu (4/8/2018).

PEPC mengimbau, jika masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya mendapatkan indikasi penipuan yang mengatas-namakan PEPC agar melakukan pengecekan ulang kepada nama pejabat yang tercantum didalam dokumen PO atau Kontrak. Selain itu, lanjut Kunadi, agar mengabaikan janji-janji penawaran bisnis yang berasal dari orang atau alamat surat yang tidak diketahui atau diragukan.

"Waspada terhadap informasi dari alamat yang bukan alamat kantor atau email resmi PEPC, misalnya email melalui yahoo.com; gmail.com; baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang mengajak kerjasama bisnis dengan meminta sejumlah uang," imbuhnya.

Sebagai informasi Proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) Gas Processing Facility (GPF) di Jambaran-Tiung Biru ini dikerjakan oleh Konsorsium PT Rekayasa Industri – PT Japan Gas Corporation (JGC) Indonesia dan JGC Corporation.

Modus penipuan juga mungkin terjadi dengan mengatasnamakan EPC Kontraktor tersebut dan Sub kontraktornya, mencatut nama Pejabat Forpimda Provinsi Jawa Timur/Jawa Tengah, mencatut nama Pejabat Forpimda Bojonegoro, mencatut nama Pejabat Forpimka di Kecamatan serta Kepala Desa di sekitar Area Proyek JTB.

"Untuk mencegah terjadinya penipuan seperti dimaksud, PEPC akan memberikan pengumuman pada papan informasi di Desa sekitar area proyek JTB dan dibeberapa instansi terkait di Kabupaten Bojonegoro," pungkasnya. [lus/ted]

Tag : migas

Berita Terkait

Komentar

Kanal Berita Migas