PEPC Dukung DLH Proses Ijin Operasi Pengelolaan Limbah B3

Rabu, 11 Juli 2018 19:15:23
Reporter : Tulus Adarrma
PEPC Dukung DLH Proses Ijin Operasi Pengelolaan Limbah B3

Bojonegoro (beritajatim.com) - PT Pertamina EP Cepu (PEPC) mendukung kegiatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam upaya untuk memperoleh izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Izin untuk mengoperasikan alat insinerator atau instalasi pengolahan sampah dan limbah medis/limbah B3 yang bertempat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

Upaya memperoleh izin ini salah satunya adalah dengan melakukan pemantauan lingkungan sekitar TPA terkait dengan pengoperasian insinerator. Dalam pemantauan tersebut dihadiri langsung Kepala DLH Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah yang didampingi oleh staf DLH, Muhayanah dan M. Sholeh. Sementara dari PEPC diwakili oleh Pandu Subiyanto dan Wulan Purnamawati dari PGA & Relations, juga Yudit Ratania dari HSSE.

"Karena kami paham bahwa PEPC mempunyai kontrak pemantauan lingkungan dengan rekanan di sekitar wilayah operasi Proyek Jambaran – Tiung Biru (JTB), maka kami mengajukan surat, agar dapat dibantu untuk memantau lingkungan guna mendapatkan ijin KLHK terkait operasional insinerator ini. Alhamdulillah, kami ucapkan terimakasih atas bantuan PEPC dalam kegiatan pemantauan lingkungan ini," ujar Kepala Dinas LH Bojonegoro, Nurul Azizah, Rabu (11/7/2018).

Rekanan yang dimaksud, kata Nurul, adalah PT BMT Asia Pacific Indonesia yang dalam hal ini akan melakukan pemantauan lingkungan selama maksimal 30 hari di beberapa titik di sekitar TPA. Titik-titik tersebut antara lain gedung penyimpanan insinerator dan pemukiman warga di sebelah selatan TPA. Alat untuk melakukan pemantauan, yaitu Impinger, untuk mengukur parameter kandungan hidrokarbon, NO2 dan SO2.

Total Suspended Particulate (TSP) dan Dustfall digunakan untuk mengukur partikel debu yang jatuh akibat pengoperasian insinerator. Insinerator ini sendiri dapat menampung sampah dengan kapasitas maksimal 200 kilogram, yang dioperasikan dengan bahan bakar listrik dan solar.

PGA & Relations Manager PEPC, Kunadi mengatakan bahwa pemantauan lingkungan untuk mendukung proses DLH dalam memperoleh ijin operasional KLHK. Hal itu, lanjut dia, telah menjadi perhatian PEPC. Sehingga, diharapkan ijin segera didapat dan insinerator dapat beroperasi dengan lancar demi lingkungan yang bersih dan nyaman.

"Sinergi yang baik antara Pemerintah Kabupaten dengan PEPC dalam hal ini kami harapkan dapat mendorong PEPC dalam melaksanakan Proyek JTB agar berjalan lancar, aman dan tepat waktu," ujarnya. [lus/but]

Tag : pertamina

Berita Terkait

Komentar

Kanal Berita Migas