JOB PPEJ Resmikan Local Community Galery di PPIK Bojonegoro

Senin, 19 Februari 2018 20:45:54
Reporter : Tulus Adarrma
 JOB PPEJ Resmikan Local Community Galery di PPIK Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) - Operator lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Suko Wati, Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB PPEJ) meresmikan pembukaan Local Community Galery (LCG) di Gedung Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK) Kabupaten Bojonegoro

LCG tersebut merupakan ruang promosi bagi pelaku industri kreatif yang akan memamerkan hasil produksinya. Dalam peresmian itu, terlihat beberapa hasil kerajinan dari warga binaan JOB PPEJ di wilayah sekitar operasi sudah mulai terpampang. Seperti diantaranya, kain batik, rajut, dan masih banyak hasil kerajinan tangan lainnya.

Acting Field Manager JOB PPEJ, Fauzi Mayanullah mengatakan, pembangunan LCG yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro itu menggunakan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di tahun 2017.

"Pembangunan LCG itu merupakan rangkaian pelatihan yang sudah dilakukan sebelumnya," ujarnya.

Dia berharap dengan adanya pembangunan LCG tersebut hasil produksi pelaku industri bisa dipromosikan secara maksimal. Sehingga, kata Fauzi, produksi industri kreatif ini terus berkembang dan meningkatkan ekonomi kerakyatan. "Jadi kami memberi mulai dari pelatihan sampai promosinya," ungkapnya

Kepala Disperinaker Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto mengatakan, sebelumnya, Disperinaker bekerja sama dengan JOB PPEJ melakukan pelatihan keterampilan kepada warga di sekitar wilayah operasi migas Blok Suko Wati dan WK Blok Tuban. Pelatihan dilakukan Desember 2017 lalu dwngan peserta dari warga di sembilan desa sekitar operasi migas.

"Ini merupakan sinergi yang tak putus. Tempat ini sangat mendukung adanya kreativitas pemuda," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pelaku industri yang sebelumnya mendapat pelatihan dari JOB PPEJ, Tatik, Warga Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro mengatakan, kendala yang dialami saat ini memang dari sektor promosi. Adanya tempat ini digarapkan menjadi motivasi untuk tetap berproduksi.

"Kendala selama ini kekurangan modal dan pemasaran. Dengan adanya ini diharapkan bisa menjadi ruang promosi bagi warga yang memiliki produktivitas," ungkapnya. [lus/ted]

Tag : migas

Berita Terkait

Kanal Berita Migas