Berburu Kotoran Sapi

Jum'at, 02 Februari 2018 07:11:05
Reporter : Renni Susilawati
Berburu Kotoran Sapi

Surabaya (beritajatim.com) - Pulau Dewata atau Bali tidak semuanya mengandalkan sektor pariwisata. Daerah Tenganan, Karangasem justru mengandalkan gerak ekonomi mereka pada pertanian dan peternakan.

Salah satunya kelompok peternak Putrayasa binaan PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V yang kini sukses menjadi produsen pupuk kompos.

Awalnya, para peternak sapi di desa adat Tenganan, Manggis, Kabupaten Karangasem hanya mengandalkan peternakan untuk komoditas jangka panjang. Karena sapi baru bisa dijual ketika sudah besar.

Tetapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka lebih banyak berladang. Namun kini peternakan sapi pun bisa diandalkan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, yakni dengan menjual kompos kotoran sapi.

Berkat program Corporate Social Responsibility PT Pertamina (Persero) Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Manggis kepada masyarakat yang ada di sekitar wilayah operasional TBBM Manggis ini pun mampu memproduksi pupuk kompos lebih banyak dari biasanya.

Semula pengolahan pupuk dilakukan secara manual. Saringan yang digunakan untuk memisahkan kompos yang sudah jadi dari sampah juga menggunakan ayakan sederhana. Namun bantuan berupa mesin APPO (Alat Pembuat Pupuk Organik) membuat produksi lebih banyak lagi.

"Kalau dulu kami sibuk memberi makan ternak lalu ke ladang. Sekarang kegiatan utama usai memberi pakan sapi, harus berburu kotoran sapi untuk difermentasi menjadi kompos dan dihaluskan dengan APPO ini," kata seorang peternak.
 
Kegiatan kerjasama yang dimulai sejak 2016 ini ternyata memiliki dampak yang sangat positif bagi masyarakat, terutama kelompok ternak. Melalui kegiatan intergrasi ternak sapi, peternak yang tergabung dalam kelompok ternak Putrayasa mengalami peningkatan pendapatan hingga 50 juta per tahunnya.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V, Rifky Rahman Yusuf mengatakan, "Peternak merasakan dampak positif yang besar, pendapatan bertambah, apalagi ilmu yang nilainya tidak bisa dihitung dengan uang. Pemasaran dari produk pupuk juga sudah menjangkau beberapa kabupaten di Provinsi Bali, seperti Kabupaten Singaraja, Tabanan, dan Kabupaten Karangasem," tandasnya.[rea/suf]

Tag : pertamina

Berita Terkait

Kanal Berita Migas