Pengerjaan Pengembangan Proyek J-TB Mulai Disosialisasikan

Senin, 18 Desember 2017 20:56:39
Reporter : Tulus Adarrma
Pengerjaan Pengembangan Proyek J-TB Mulai Disosialisasikan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Operator pengembangan lapangan gas Jambaran - Tiung Biru (J-TB) Pertamina EP Cepu bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, mengadakan sosialisasi Proyek Engineering, Procurement, Construction (EPC) Gas Processing Facility (GPF). Sosialisasi tersebut dilakukan setelah menerima Desain proyek J-TB dari Menteri ESDM.

Kepada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Agus Supriyanto mengatakan, sosialisasi tersebut bertujuan untuk mengenalkan proyek EPC GPF dan juga personel-personel terkait didalamnya. "Selain itu juga supaya kegiatan proyek berikutnya lebih matang dari segi persiapan dan pelaksanaan untuk suksesnya proyek JTB,' ujar Agus Supriyanto, Senin (18/12/2017).

Kunadi selaku PGA & Relation Manager, PT Pertamina Cepu, menambahkan bahwa ini merupakan serangkaian acara setelah ditanda tanganinya proyek EPC GPF antara PEPC dan PT Rekayasa Industri – Japan Gas Corporation – Japan Gas Indonesia pada tanggal 4 Desember 2017 dan juga serah terima desain proyek JTB dari Ditjen Migas. "Kami memohon doanya, semoga proyek Gas JTB ini berjalan lancar tanpa ada kendala apapun," imbuhnya.

Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) merupakan Lapangan Unitisasi antara Lapangan Jambaran yang masuk Wilayah WK Cepu dan Lapangan Tiung Biru yang masuk Wilayah WK Pertamina EP, melalui surat Menteri ESDM pada tanggal 28 Februari 2013, menyatakan bahwa MESDM menyetujui Unitisasi dari Lapangan Jambaran dan Tiung Biru dengan PEPC sebagai Operator Lapangan Unitisasi JTB.

POD original untuk pengembangan proyek gas terintegrasi lapangan JTB dan Cendana telah disetujui oleh SKK Migas pada tanggal 13 Februari 2013. Dalam usaha optimalisasi proyek maka operator mengajukan POD revisi yang hanya mengembangkan Unitisasi Lapangan JTB tanpa Cendana. Terhadap usulan tersebut, SKK Migas sudah menyetujui Revisi POD tanggal 17 Agustus 2015.

Proyek Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru diperkirakan akan menyerap sekitar 6000 calon tenaga kerja. Kunadi menambahkan, bahwa penyerapan tenaga kerja akan melalui prosedur yang resmi bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, tanpa pungutan biaya. "Perekrutan tenaga kerja ini nanti akan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja," sambung Bupati Bojonegoro, Suyoto.

Produksi gas dari Lapangan JTB sendiri diprediksi akan mencapai sekitar 315 million standard cubic feet per day (MMSCFD), dimana 172 mmscfd atau sekitar 54% dari total, telah diperjualbelikan kepada PLN untuk kepentingan pengadaan listrik negara. [lus/but]

Tag : blok cepu

Berita Terkait

Komentar

Kanal Berita Migas