Tiga Desa Sekitar Lapangan Migas Sukowati Dapat Pelatihan Penanggulangan Bencana

Kamis, 28 September 2017 20:10:39
Reporter : Tulus Adarrma
Tiga Desa Sekitar Lapangan Migas Sukowati Dapat Pelatihan Penanggulangan Bencana

Bojonegoro (beritajatim.com) - Warga yang berada di tiga desa sekitar lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Blok Sukowati, yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) mendapatan pelatihan tanggap bencana. Hal itu dilakukan agar mereka bisa mengevakuasi diri dan sekitarnya ketika dalam kondisi darurat bencana teknologi migas.

Pelatihan tersebut dilakukan secara bertahap. Mulai tanggal 27 - 28 September 2017, di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas. Pelatihan yang diikuti sebanyak kurang lebih 100 orang itu selanjutnya, pada tanggal 29 - 30 September 2017 di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, dan pada tanggal 6 - 7 Oktober 2017 akan dilakukan di Desa Campurrejo, Kecamatan Kota Bojonegoro.

Field Admin Superintendent JOB PPEJ, Akbar Pradima mengatakan, pelatihan kemampuan penanggulangan keadaan darurat tersebut diharapkan bisa menambah pengetahuan masyarakat saat menghadapi keadaan darurat dan bahaya kegiatan operasi JOB PPEJ. Mengingat masyarakat di tiga desa tersebut lokasinya dekat dengan wilayah PAD A dan PAD B Sukowati.

Perwakilan masyarakat ditiga desa tersebut diberi pembekalan salah satunya tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), pelatihan mengenai SAR, pendirian tenda darurat, dapur umum, dan pengetahuan tentang kesehatan. "Pelatihan ini diharapkan bisa melatih kemandirian masyarakat, pengetahuan dan kewaspadaan saat menghadapi keadaan darurat dan potensi peringatan bahaya kegiatan," ujar Akbar Pradima, Kamis (28/9/2017).

Sementara salah satu pemateri, Kasi Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, MZ Budi Muljono, mengatakan warga yang mengikuti pelatihan ini merupakan tim yang dipilih menjadi satgas (tim darurat) ketika terjadi bencana kegagalan industri. "Jika terjadi bencana indutri mereka langsung bergerak sesuai tugasnya," ungkapnya.

Kesiapan warga yang disebut Tim 15 ini untuk menginformasikan kepada masyarakat jika terjadi bencana melalui pengeras suara di tempat ibadah (mushola) dan komunikasi dengan pihak operator JOB PPEJ, serta BPBD setempat. "Setelah itu mereka juga menyelamatkan diri dan masyarakat ke titik aman yang sudah ditentukan desa," lanjutnya.

Kasi Administrasi, PMI Cabang Bojonegoro, Suci Rahayu, sebelum memberi materi tentang penyediaan logistik kepada korban bencana mengungkapkan, praktek memasak di dapur umum ini untuk menciptakan pemikiran masyarakat agar tidak tergantung dengan bantuan berupa makanan jadi, namun bisa mengatasi sendiri kebutuhan logistik para korban.

"Cara mendistribusikan, resep dan estimasi masakan ini yang biasanya kesulitan. Yang pasti di dapur umum agak sulit manajemennya," ungkapnya.

Sekadar diketahui, pelatihan Peningkatan Kompetensi Bencana ini dilakukan secara bergiliran, sejak kemarin pihak Operator Lapangan Blok Sukowati melakukan pelatihan di Desa Sambiroto. Mereka selain dibekali materi juga langsung melakukan praktek. Pelatihan akan dilanjutkan di Desa Ngampel dan Campurrejo.

Salah seorang peserta, Warga Desa Sambiroto, Titis mengatakan, pelatihan peningkatan kapasitas terhadap masyarakat baik laki-laki dan perempuan ini sangat membantu dalam mengevakuasi dan tindakan yang harus dilakukan jika terjadi sebuah bencana. "Kalau tidak dibekali pengetahuan begini panik nanti," jelasnya. [lus/kun]

Tag : migas

Berita Terkait

Kanal Berita Migas