Dinyatakan Pailit, PT Pertamina EP Tanggung Nasib Pekerja Eks PT Geo Cepu Indonesia

Rabu, 27 September 2017 18:41:12
Reporter : Tulus Adarrma
Dinyatakan Pailit, PT Pertamina EP Tanggung Nasib Pekerja Eks PT Geo Cepu Indonesia

Blora (beritajatim.com) - PT Geo Cepu Indonesia (GCI) yang merupakan KSO PT Pertamina EP yang beroperasi di wilayah Kawengan, Semanggi, Nglobo dan Ledok tidak lagi beroperasi sejak diputus pailit oleh pengadilan niaga 29 Agustus 2017.

Field Manager Pertamina EP Asset 4 Cepu, Heru Irianto mengungkapkan, berdasarkan keputusan Pengadilan Niaga tersebut, sebanyak 226 orang mantan pekerja di PT GCI menjadi tanggung jawab PT Pertamina EP Asset 4 Cepu.

"Sejak adanya putusan pailit, tanggal 1 September 2017 dengan yang menjadi prioritas utama adalah memperhatikan para pekerja eks GCI," ujar Heru.

Selanjutnya, Heru menambahkan bahwa terkait dengan kondisi pekerja eks GCI telah dilakukan upaya mediasi antara PT Pertamina EP dengan Pekerja Eks GCI yang difasilitasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora tanggal 13 September 2017.

Dalam mediasi tersebut disepakati beberapa poin dan salah satunya adalah terkait status pekerja eks GCI yang terhitung sejak 1 September 2017 menjadi tanggung jawab PT Pertamina EP termasuk diantaranya BPJS untuk masing - masing pekerja dengan diikuti absen rutin dari masing - masing pekerja eks GCI di lapangan.

Sementara untuk Bulan Agustus 2017 dikarenakan masih dalam tanggung jawab PT GCI maka PT Pertamina EP tidak memiliki dasar hukum untuk membayarkan kewajiban atas pekerja eks GCI bulan Agustus 2017 tersebut.

"Kami komitmen untuk setelah 1 September 2017 hingga selesainya masa transisi ini pekerja eks GCI menjadi tanggung jawab PT Pertamina EP. Namun demikian hingga ada dasar hukum yang jelas kami tidak berani untuk membayarkan tanggung jawab pekerja eks GCI di bulan Agustus 2017," jelas Heru Irianto.

Kemudian, tambah Heru, sembari masa transisi selesai para eks pekerja GCI akan dilakukan assesment ulang untuk menentukan siapa saja dari 226 orang tersebut yang akan bekerja dibawah pengawasan PT Pertamina EP.

"Kami berharap rekan-rekan pekerja Eks GCI di seluruh lapangan Kawengan, Semanggi, Nglobo dan Ledok untuk tidak terpengaruh oleh isu tidak benar terkait status kepegawaian dan menunjukkan kinerja yang terbaik agar saat assesment ulang lolos dan tetap bekerja seperti sebelumnya," papar Heru.

Ketua Paguyuban Sumur penambang sumur tua, Sumur Agung Desa Ledok, Kecamatan Sambong Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Supraptono, mengatakan saat ini ada sebanyak 80 sumur aktif yang dikelola masyarakat di wilayah kerja pertambangan (WKP) Ledok. Jumlah tersebut dari tootal 196 sumur tua yang diizinkan oleh Pertamina EP Asset 4 Cepu.

"Pertamina EP Asset 4 harus data ulang karena ada sumur yang dulu dikelola PT GCI, baru dilepas dan sekarang masih proses transisi," terangnya saat kunjungan media di lokasi sumur tua Ledok, (20/9/2017). [lus/ted]

Tag : sumur tua Ledok

Berita Terkait

Kanal Berita Migas