Pembangunan Dry Port di Bojonegoro Belum Jelas

Sabtu, 09 September 2017 18:31:31
Reporter : Tulus Adarrma
Pembangunan Dry Port di Bojonegoro Belum Jelas

Bojonegoro (beritajatim.com) - Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Bojonegoro, belum bisa memastikan terwujudnya pembangunan pelabuhan daratan (dry port) untuk menghadapi era industrialisasi minyak dan gas bumi di wilayahnya.

"Saya pesimis dry port ini bisa terwujud dalam waktu dekat ini," kata Kepala Dinas Perhubungan, Iskandar, Sabtu (9/9/2017).

Belum adanya kejelasan rencana pembangunan dry port itu, kata Iskandar, karena belum ada anggaran untuk melanjutkan rencana besar tersebut. Bisa jadi, lanjut dia, di dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2018, anggaran untuk dryport tidak disetujui karena adanya efisiensi.

"Penyebab utamanya karena pendapatan Dana Bagi Hasil Migas yang menurun, selain harga minyak mentah dunia tidak stabil juga ada lebih salur migas yang harus dikembalikan," imbuhnya.

Padahal, pihaknya sudah melakukan studi kelayakan (feasibility study), dan berupaya menuntaskan pembebasan lahan yang baru dilakukan seluas 1,5 hektare dari kebutuhan kurang lebih 3 hektar.

"Kalau tanya kelanjutannya bagaimana dan seperti apa tanya ke Bupati saja ya," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pembangunan dry port itu rencananya akan dilakukan di Proliman, Kecamatan Kapas. Dry port itu menghubungkan Bojonegoro dengan Teluk Lamong, Surabaya, Bojonegoro dengan Tuban, serta pelabuhan di Semarang maupun Jakarta. [lus/but]

Tag : migas

Berita Terkait

Kanal Berita Migas