DAU dan DBH Migas Bojonegoro Dipotong

Kamis, 03 Agustus 2017 00:04:32
Reporter : Tulus Adarrma
DAU dan DBH Migas Bojonegoro Dipotong

Bojonegoro (beritajatim.com) - Prosentase dana pendapatan daerah tertinggi berasal dari dana perimbangan. Namun, tahun ini penerimaan dana perimbangan bagi daerah dari pemerintah pusat akan dilakukan pemotongan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Herry Sudjarwo mengatakan, dari hasil rapat koordinasi dengan Kementrian Keuangan pada 31 Juli 2017, APBN-P telah dilakukan pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (Migas). "Tidak hanya di Bojonegoro saja, seluruh indonesia ada pemotongan," katanya, Rabu (2/8/2017).

Dari data yang diterima, DAU tahun 2017 dipotong sebesar 2 persen atau senilai kurang lebih Rp18 miliar. Sedangkan, Dana Bagi Hasil Migas Triwulan ke III dipotong sebesar Rp147 miliar. "Pengurangan DAU ini pengaruh besar terhadap daerah, sehingga harus ada koreksi lagi," jelasnya.

Dengan kondisi seperti itu, bisa dipastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro 2017 mengalami penurunan. Estimasi penurunan didalam APBD-P nantinya yakni dari Rp3,036 triliun menjadi Rp2,8 triliun.

Sementara itu, pagu DBH Migas di dalam APBD induk sebesar Rp750 Miliar harus menurun menjadi Rp568 miliar. Penerimaan Dana Alokasi Umum (DAU) mengalami penurunan dari Rp949 Miliar menjadi Rp930 Miliar. Sedang untuk bagi hasil pajak naik, dari Rp205 miliar menjadi Rp217. "Sementara ini, memang masih menjadi andalan pendapatan dari DBH Migas dan DAU," tukasnya. [lus/suf]

Tag : migas, bojonegoro

Berita Terkait

Kanal Berita Migas