Kurtubi: Ubah Pola Bisnis Migas dari B to G ke B to B

Selasa, 30 Mei 2017 13:39:07
Reporter : Ainur Rohim
Kurtubi: Ubah Pola Bisnis Migas dari B to G ke B to B
Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Kurtubi. [Foto: dok/bj.com]

Jakarta (beritajatim.com)--Secara geologis potensi sumber daya (resources) migas di Indonesia masih sangat besar. Ia tersebar di sekitar 120 cekungan baik yang ada di darat (onshore) atau di laut (offshore). Wilayah darat dan laut RI sangat besar. Luasnya hampir sama dengan benua Eropa atau daratan Amerika Serikat.

Namun untuk mengkonversi resources menjadi cadangan (reserves) untuk wilayah seluas Indonesia, dengan potensi sumber daya minyak mentah sekitar 50 miliar barel dan potensi sumber daya gas sekitar 200 tcf, dibutuhkan investasi explorasi yang besar.

Hal ini disampaikan anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi saat dimintai pandangannya soal semakin tipisnya cadangan migas nasional, Selasa (30/5/2017) sebagaimana pers rilis yang diterima beritajatim.com, Selasa siang.

Selain investasi, lanjut Kurtubi, dibutuhkan sistem tata kelola yang simpel dan tidak birokratis, sesuai koridor Pasal 33 UUD 1945. "Faktanya sistem tata kelola saat ini masih didasarkan atas UU Migas No 22/2001. Sehingga kegiatan investasi explorasi anjlok. Sebab, pasal 31 UU Migas mewajibkan investor untuk membayar pajak dan retribusi meski masih pada tahap explorasi," ungkap politisi NasDem ini.

Kurtubi menandaskan, perlu bagi pemerintah dan DPR untuk segera merevisi aturan ada dalam UU Migas dengan pola B to G-nya. Sebab, menurutnya, pola inilah yang menyebabkan proses investasi selama ini menjadi panjang dan birokratis.

"Solusinya agar investasi explorasi bangkit kembali, sederhanakan sistem menuju pola B to B. Hapus pajak selama explorasi. Semoga sistem yang efisen dan sejalan dengan konstitusi bisa segera dilahirkan lewat UU Migas yang direvisi. Pilihan ada di tangan kita, tanpa itu ancaman krisis energi akan semakin nyata," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, ancaman krisis energi menghantui Indonesia akibat semakin tipisnya cadangan migas nasional. Menurut Dewan Energi Nasional, ini karena Indonesia masih mengandalkan migas sebagai sumber energi dalam beberapa tahun mendatang.[air]

Tag : skk migas

Berita Terkait

Kanal Berita Migas