Gerak Jalan Mojosari-Mojokerto Tahun 2018

Kenang Pertempuran Lawan Kolonial Belanda

Sabtu, 03 Nopember 2018 18:23:23
Reporter : Misti P.
Kenang Pertempuran Lawan Kolonial Belanda

Mojokerto (beritajatim.com) - Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi memberangkatkan peserta gerak jalan Mojosari-Mojokerto tahun 2018, di Lapangan Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Gerak jalan yang mengambil start di Lapangan Lebaksono tersebut digelar untuk mengenang pertempuran melawan kolonial Belanda.

Dalam event tahunan ini, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengajak semua peserta untuk mengenang jasa para pahlawan dengan memetik kembali nilai-nilai sejarah, khususnya peristiwa pertempuran masyarakat Kabupaten Mojokerto melawan Belanda.

"Dengan diselenggarakannya gerak jalan Mojosari-Mojokerto ini, diharapkan generasi muda dapat memetik kembali nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa Indonesia khususnya masyarakat Kabupaten Mojokerto pada pertempuran melawan Belanda," ungkapnya, Sabtu (3/11/2018).

Yakni di lokasi jembatan perbatasan antara Desa Ngembeh Kecamatan Dlanggu dan Desa Gedangan Kecamatan Kutorejo dengan pasukan komando Hayam Wuruk yang dipimpin oleh Batalyon Mansyur Sholikin, Batalyon Moenasir, Batalyon Bambang Yuwono dan Batalyon Tjipto.

"Sampai saat ini kenangan peristiwa tersebut ditandai dengan Monumen Peluru di pertigaan Pasar Dlanggu," jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto sekaligus Ketua Penyelenggara Acara, Djoko Widjayanto, dalam laporan sambutannya menerangkan para peserta yang ikut berpartisipasi dalam gerak jalan ini berasal dari semua elemen masyarakat dengan finis di Lapangan Kutorejo, Kecamatan Kutorejo.

"Acara ini diikuti peserta baik beregu maupun perorangan, dari berbagi sekolah, TNI, Polri, dinas, kecamatan, swasta, serta relawan. Para peserta memperebutkan hadiah trophy, piagam dan pembinaan bagi juara gerak jalan. Rute gerak jalan sendiri terilhami dari rute escape Pasukan Komando Hayam Wuruk pimpinan Mayor Pamoe Rahardjo," katanya.

Yakni dalam pertempuran Mojosari Selatan untuk mengusir penjajah Belanda yang menduduki sebagian wilayah Mojokerto pada tahun 1949 silam. Penunjukkan Mayor Pamoe Rahardjo saat itu dilakukan oleh Kolonel Soengkono selaku Gubernur Militer Jawa Timur (Panglima Divisi I) melalui surat Perintah Siasat No. 2/Gmdt/Dar. tanggal 24 Desember 1948.[tin/adv]

Tag : pemkab mojokerto

Berita Terkait

Komentar

Kanal Advetorial