Penganugerahan Top 25 Kovablik 2018 Otonomi Awards dan Good Practices Award

Inovasi Gepuk Mas Masuk Top 25 Kovablik

Selasa, 23 Oktober 2018 14:26:36
Reporter : Misti P.
Inovasi Gepuk Mas Masuk Top 25 Kovablik

Mojokerto (beritajatim.com) - Gerakan Puskesmas Keliling Masyarakat Sehat (Gepuk Mas) UPT Puskesmas Ngoro berhasil masuk dalam Top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Tahun 2018 Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan salah satu media massa, Jawa Pos.

Penghargaan tersebut diterimakan kepada Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dari Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dalam acara bertajuk Malam Penganugerahan Top 25 Kovablik 2018 dan Good Practices Award di Hotel Shangri-La, Surabataya, Senin (22/10/2018).

Kegiatan Gepuk Mas dilaksanakan di semua desa di wilayah kerja Puskesmas (13 desa, red). Pada pelaksanaanya, tersedia semua pelayanan kesehatan meliputi promosi kesehatan difasilitasi oleh tenaga promosi kesehatan, pelayanan umum oleh dokter umum.

Pelayanan gigi oleh dokter gigi, pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) oleh bidan dan perawat (KB, pemeriksaan leher rahim atau Inspeksi Visual Asam asetat/IVA dan USG), laboratorium serta apotek.

Dengan adanya inovasi jemput bola Gepuk Mas, dapat ditemukan beberapa pasien yang membutuhkan operasi namun tidak memiliki dana yang cukup. Maka, aksi selanjutnya dari Gepuk Mas yakni melakukan Gerakan Operasi Rakyat (Gopar), yang juga difasilitasi oleh UPT Puskesmas Ngoro dan kepedulian para stakeholders.

Kegiatan Gepuk Mas juga selaras dengan tujuan pembangunan yaitu kesehatan yang baik. Artinya menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala bidang.

Tujuan Gepuk Mas juga menjelaskan bahwa pada 2030, akses semesta kepada pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi bisa terjamin. Termasuk Keluarga Berencana (KB), informasi dan edukasi, serta integrasi kesehatan reproduksi ke dalam strategi dan program nasional.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo mengatakan, bahwa membangun tata kelola pemerintah dan daerah, pimpinan daerah harus bisa menciptakan inovasi sekecil apapun.

"Kunci suksesnya daerah, ada di inovasinya. Satu daerah, paling tidak punya jujukan wisata. Sekecil apapun itu. Ada kerajinannya, kuliner yang enak. Pelayanan publik harus efektif dan efisien. Juga harus ada public trust, dan iklim investasi yang baik," katanya.[tin/adv]

Tag : pemkab mojokerto

Berita Terkait

Komentar

Kanal Advetorial