Pembangunan Merata, Desa Rasa Kota - Kota Rasa Desa

Senin, 26 Februari 2018 18:02:18
Reporter : Tulus Adarrma
Pembangunan Merata, Desa Rasa Kota - Kota Rasa Desa


Bojonegoro (beritajatim.com) - Program pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro adalah tidak adanya kesenjangan pembangunan antara desa dan kota. Salah satu program untuk mewujudkan pembangunan yang adil tersebut, Pemkab Bojonegoro membuat program Desa Rasa Kota - Kota Rasa Desa (DRK-KRD).

Pembangunan DRK-KRD ini sasarannya untuk 412 desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Desa rasa kota, secara administrasi merupakan pemerintahan desa, namun memiliki fasilitas dan sarana prasarana seperti layaknya kota. Beberapa desa yang sudah ada sehingga tinggal menambah atau meningkatkan desainnya.

Konsep pembangunan DRK-KRD ini tak lepas dari beberapa tokoh nasional yang pernah datang ke Bojonegoro, mulai Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri di kabinet Indonesia Bersatu di era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

Jauh sebelum itu para tokoh penting seperti Mari Elka Pangestu yang kala itu menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, juga Daliana Surya Winata Direktur Suryawinata Heinzelmann Architecture and Urbanism (SHAU) Arsitek yang melanglang buana di kancah internasional setelah melihat Bojonegoro sangat takjub.

Dua tokoh ini mengapresiasi pembangunan yang dimotori Bupati Bojonegoro Suyoto atau yang akrab disapa Kang Yoto. Namun, pembangunan akan lebih indah dan tertata jika terkonsep dan terfokus. Bak gayung bersambut kala itu Bupati juga sudah mulai memikirkan beberapa gagasan dan ide tentang konsep membangun Bojonegoro. 

"Akhirnya, kolaborasi pemikiran berbagai pihak itu memunculkan sebuah konsep dan gagasan Desa Rasa Kota (DRK)-Kota Rasa Desa (KRD)," ujar Suyoto, Senin (26/2/2018). 

Gagasan dua tokoh yakni Mari Elka Pangestu dan Daliana Surya Winata serta Bupati Suyoto untuk membangun Bojonegoro kedepan yang lebih baik. Bupati Suyoto menegaskan, membangun tidak harus ada batas antara desa dan kota. Namun membangun adalah bagaimana menghadirkan dua ruh, yaitu desa dan kota dalam satu nafas. 

"Sehingga, akan merasakan keberadaan keduanya meski kita tengah berada di satu titik," ungkapnya.

Ketua Tim DRK-KRD, Nurul Azizah yang juga menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro menjelaskan, DRK-KRD antara lain penanam pohon produktif di sepanjang jalan protokol dengan tanaman bougenville dan tanaman lainnya. 

Selain itu, adanya taman-taman tematik yang tersebar di seluruh titik wilayah Bojonegoro, penataan kawasan sekolah yang ramah lingkungan, melestarikan bangunan-bangunan khas Bojonegoro, dan kembali menggeliatkan roda perekonomian desa dengan pasar desa atau ekonomi kreatif. Pembatasan pasar modern dan lokasi pengelolaan sampah yang tidak terfokus di TPA. 

"Desa bisa menyediakan tempat pengelolaan sampah di wilayah masing-masing," ungkapnya. 

Pembangunan DRK-KRD yang tengah disosialisasikan oleh Pemkab Bojonegoro ini merupakan pembangunan sebuah wilayah yang saling berkaitan dan ada benang merah antara rencana pembangunan pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa. "Satu nafas dan satu ikatan membangun Bojonegoro yang sudah terkonsep untuk mewujudkan kabupaten dimasa depan bagi generasi mendatang," pungkasnya. [lus/adv]

Tag : Bojonegoro, Suyoto, DRK-KRD

Berita Terkait

Kanal Advetorial