Bupati Ipong Serahkan Kuncinya

Hore, 89 KK Terdampak Waduk Bendo Resmi Punya Rumah Baru

Selasa, 23 Januari 2018 13:37:44
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Hore, 89 KK Terdampak Waduk Bendo Resmi Punya Rumah Baru

Ponorogo (beritajatim.com) - Sebanyak 89 KK di Dusun Bendo, Desa Nginden, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo bisa bernafas lega. Pasalnya, rumah ganti rugi atas digusurnya rumah mereka sudah bisa ditempati.

Setelah Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menyerahkan secara simbolik kunci bagi 89 KK, Selasa (22/1/2018) malam. 

Wajah ratusan warga pun sumringah, bagaimana tidak, mereka akhirnya bisa pindah tanpa takut banjir bandang lagi seperti beberapa pekan lalu.

Waduk Bendo memang merupakan program pemerintah pusat untuk meningkatkan produktifitas pertanian. 

Jika resmi jadi, tentu akan mengaliri sawah. Tidak hanya di Ponorogo namun juga sawah di Kabupaten Madiun.

Untuk di Kabupaten Ponorogo ada 50 ribu Hektar dan Kabupaten Madiun ada 25 ribu hektar. Selain itu, waduk bendo juga bisa mengendalikan banjir.

Karena, biasanya jika hujan deras, tempat-tempat tertentu banjir. Dengan adanya waduk bendo, luapan air tertampung.

Tidak hanya itu, karena lokasinya ada di tengah, antara Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Ponorogo, waduk Bendo juga menjadi alternatif wisata. Makanya dinamakan Waduk Bendorejo. Karena diperkirakab akan rejo (ramai-red).

Proyek besar nasional itu juga bermanfaat yang luar biasa. "Kalau dihitung di Ponorogo ada 400 ribu petani. Dan bendo akan mengaliri 60 persen," kata Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni.

Tentu, lanjut dia, akan bermanfaat langsung 250 petani yang ada di Ponorogo. Pengairan sawah lebih baik. Ipong otomatis prduksi akan meningkat.

Dia pun, mengaku, adanya itu semua tentu ada yang berkorban. Yakni 89 kk atau ratusan warga berkorban kehilangan tempat tinggalnya.

Ipong menjelaskan, dari 287 Hektar, 27 Hektar di antaranya milik warga Dusun Bendo. Semua dijalankan dengan begitu baik. "Target memang tanggal 15 sudah pindah. Namun perpindahan rumah asa hitungannya. Jadi ternyata warga memilih tabggal 23, ya saya manut," terang Ipong.

Sementara, untuk perpindahan sawah, Ipong mengaku, bisa Maret. Sesuai permintaan warga. Setelah panen dan semoga cuaca mendukung.

Ipong membeberkan, proses waduk bendo tidak merugikan siapa pun. Malah memberikan manfaat yang luar biasa bagi semua orang.

Dia mengatakan, bahwa pindah rumah warga Bendo tidak hanya pindah, karena ada budaya yang dditinggalkan. Sehingga pemerintah berusaha keras untuk mengganti semua.

"Dan ini wujud kami. Biasanya jika ada proyek besar, warganya ditransmigrasikan atau dipindag diuar desa asal. Namun, ini tidak. Bahkan pindah Dusun pun tidak. Hanya dipindah lebih dekat dengan jalab raya," urainya.

Pemkab Ponorogo, lanjut dia,  juga mengganti 100 persen bahkan lebih. Yang punya pekarangan juga diganti sesuai yang hilang.

Masalah sertifikat, Ipong menjelaskaj, semua perlu proses. "Jadi semua sudah mulai. Sertifikat pasti ada," tandasnya.Hore, 89 KK Terdampak Waduk Bendo Resmi Punya Rumah Baru.[adv/mit]

Tag : pemkab ponorogo

Berita Terkait

Komentar

Kanal Advetorial