Tim Verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional Kagumi Kekompakan Pemkot Mojokerto dan Warga

Jum'at, 06 Oktober 2017 09:24:31
Reporter : Misti P.
Tim Verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional Kagumi Kekompakan Pemkot Mojokerto dan Warga

Mojokerto (beritajatim com) - Kota Mojokerto dalam dua hari ini dinilai oleh Tim Verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional dalam rangka penilaian Kota Sehat se-Indonesia. Tim yang diketuai oleh Widia Utami ini mengkagumi kekompakan Pemkot Mojokerto dan warga.

Hari pertama, tim mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan di Kecamatan Magersari dan disambut Pembina Forum Kota Sehat, Harlisyati, Ketua TP PKK Kota Mojokerto, Siti Amsah Mas'ud Yunus, Asisten, segenap Kepala OPD, Camat, Lurah serta pengurus dan anggota Forum Kota Sehat Kota Mojokerto.

"Kita sebenarnya sudah siap dengan delapan tatanan, tapi karena persyaratan untuk penilaian kota sehat harus memulai dengan dua tatanan maka kita awali dengan dua tatanan," tutur Pembina Kota Sehat Kota Mojokerto yang juga Kepala Bappeko Mojokerto, Harlisyati.

Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus dalam sambutan evaluasi di hari terakhir verifikasi Rabu (4/10/2017) di ruangan Walikota Mojokerto menuturkan, jika pola hidup bersih dan sehat warga Kota Mojokerto tidak hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan (Dinkes) saja.

"Usaha peningkatan derajat kesehatan di Kota Mojokerto untuk membangun peningkatan sumber daya manusia menjadi permasalahan yang mendasar. Karena itulah program kesehatan menjadi prioritas utama disamping program pendidikan dan ekonomi," tuturnya dihadapan Tim Verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional dan kepala OPD yang hadir.

Menurutnya, diperlukan kolaborasi aktif antara Pemkot Mojokerto dan masyarakat untuk membangun lingkungan yang sehat terus dilakukan. Pemkot Mojokerto telah melaksanakan program yang bernama Kasih Setia yakni Kampung Bersih, Sehat, Teduh, Indah dan Aman yant memberikan dana setiap RW sebesar Rp50 juta.

"Penggunaannya kita terbitkan Perwali yang sudah kita tetapkan. Masalah di setiap perkotaan adalah masalah persampahan dan di Kota Mojokerto di setiap RW telah dibentuk Bank Sampah. Kami target tahun 2018 setiap RW sudah memiliki Bank Sampah dan tahun ini sudah 107 Bank Sampah. Ada juga program bayar pajak pakai sampah, ini untuk menumbuhkan semangat bahkan ada reward umroh gratis," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional, Widia Utami mengaku kagum dengan kekompakan antara Pemkot dan masyarakat Kota Mojokerto. "Di Kota Mojokerto bagusnya adalah sinergi antara organisasi perangkat daerah dalam hal ini Pemkot dan masyarakat," tuturnya. 

Karena, lanjut Widia, banyak kota yang didatangi sukses dalam perwujudan tapi tidak ada sinergi ke bawah. Namun di Kota Mojokerto, tegas Widia, ia melihat banyak keingin warga Kota Mojokerto yang diakomodir dan diwujudkan oleh Pemkot. Widia juga salut dengan langkah Walikota Mojokerto untuk mewujudkan program Kasih Setia.

"Ini adalah program pemberdayaan masyarakat yang harus diapresiasi. Karena warga ikut terlibat dalam mewujudkan Kota Sehat dan merubah perilaku dengan mind set menuju sehat," pungkasnya.

Dalam dua hari Tim Verifikasi Penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional di Kota Mojokerto, melakukam verifikasi lapangan. Yakni ke TPA Randegan, FKKS Kecamatan Magersari, Puskesmas Wates, Pokja Kelurahan Sehat Wates, Kampung Sayur Purwotengah, Hutan Kota Mojokerto, Aloon-aloon Kota dan Sekretariat Forum Kota Sehat Kota Mojokerto. 

Sejumlah lokasi tersebut diverifikasi Tim Verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional di hari pertama. Sedangkan hari kedua tim melakukan verifikasi di Posyandu Raung Merapi, Sanimas Margoratan dan Lingkungan Miji Baru 3.[tin/adv]

Tag : pemkot mojokerto, kota sehat, magersari, siti amsa

Berita Terkait

Kanal Advetorial