Ketua Tim Penggerak PKK Resmikan 18 Desa di Kabupaten Mojokerto Menjadi Kampung KB

Kamis, 28 September 2017 20:59:21
Reporter : Misti P.
Ketua Tim Penggerak PKK Resmikan 18 Desa di Kabupaten Mojokerto Menjadi Kampung KB


Mojokerto (beritajatim.com) - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Ikfina Kamal Pasa meresmikan 18 desa di Kabupaten Mojokerto menjadi Kampung Keluarga Berencana (KB), Kamis (28/9/2017). Salah satunya yakni Desa Parengan di Kecamatan Jetis yang menjadi lokasi peresmian Kampung KB di Kabupaten Mojokerto.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto, Joedha Hadi mengaku, desa yang menjadi Kampung KB merupakan desa peserta KB paling rendah. "Nantinya akan membuat satu modul, progress tahu persis per tiga bulan dievaluasi," ungkapnya.
Sehingga delapan fungsi keluarga akan disosialisasikan dan semua UPT terlibat karena kampung KB hanya sebuah wadah. Kampung KB bukan milik DP2KBP2 dan pada tahun 2018 mendatang, akan ada dua desa per kecamatan yang menjadi Kampung KB.

"Tujuannya yakni meningkatnya MKJP, menurunnya angka kematian ibu dan bayi waktu lahir, pasca persalinan dan keguguran agar mengikuti KB setelah dua minggu persalinan, perkawinan dini menjadi perkawinan ideal dan KB lestari digencarkan agar tidak terjadi perceraian," urainya.

Pihaknya optimis, jika Kampung KB di Kabupaten Mojokerto mampu dijadikan acuan nasional. Pasalnya, dengan adanya program GenRe, PIK R dan duta mahasiswa sehingga sesuai dengan UU Nomor 52 Tahun 2019 tentang Pembangunan Keluarga dan Kependudukan, KB di Kabupaten Mojokerto memenuhi syarat paling aman di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Mojokerto, Ikhfina Kamal Pasa mewakil Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa meminta kerja sama lintas sektoral dari berbagai pihak untuk mendukung penuh keberhasilan Kampung KB. "Harus ada kerjasama semua pihak," ujarnya.

Agar, lanjut istri Bupati Mojokerto ini, tujuan Kampung KB yakni meningkatkan kualitas hidup dan kesejateraan khususnya masyarakat Kampung KB bisa terlaksana dengan baik. Menurutnya, juga harus memperkuat dan merevitalisasi Program KB, kependudukan dan pembangunan keluarga.

"Ini agar kita tidak berhenti pada pencananangan ini saja, namun aksi dan gerakan selanjutnya. 10 Indikator Utama Keberhasilan Kampung KB harus betul-betul diperhatikan, sehingga saya berharap pembina agar memonitor dan melakukan evaluasi tiga bulan sekali," tuturnya.

Ikhfina mencontohkan, seperti semua ibu hamil dan menyusui terlayani kesehatan dan KB, semua keluarga yang punya anak 0-6 tahun terlayani BKB, kelompok lansia terlayani BKL, Unmet Need (kebutuhan keluarga berencana yang belum terpenuhi) kurang dari 10 persen dan lainnya.

Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Mojokerto juga menyerahkan hadiah kepada para juara lomba Duta Generasi Berencana (GenRe) dan Poster GenRe. Selain Desa Parengan yang diresmikan sebagai Kampung KB, ada 17 desa lain yang juga ditetapkan sebagai Kampung KB Kabupaten Mojokerto Tahun 2017.

Antara lain Desa Gebangsari di Kecamatan Jatirejo, Desa Bening di Kecamatan Gondang, Desa Nogosari di Kecamatan Pacet, Desa Belik di Kecamatan Trawas, Desa Kutogirang di Kecamatan Ngoro, Desa Banjartanggul di Kecamatan Pungging, Desa Wonodadi di Kecamatan Kutorejo, Desa Leminggir di Kecamatan Mojosari.

Desa Sumberkarang di Kecamatan Dlanggu, Desa Gayaman di Kecamatan Bangsal, Desa Ketemasdungus di Kecamatan Puri, Desa Pakis di Kecamatan Trowulan, Desa Mojoranu di Kecamatan Sooko, Desa Gembongan di Kecamatan Gedeg, Desa Mojokusumo di Kecamatan Kemlagi.

Desa Madureso di Kecamatan Dawarblandong dan Desa Kwedenkembar di Kecamatan Mojoanyar. Turut hadir bersama Inspektur Wilayah III Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Mustar serta Kepala Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Provinsi Jawa Timur.[tin/adv]

Tag : trowulan, BKKBN, KB, Mojokerto

Berita Terkait

Kanal Advetorial