Ning Lik Apresiasi Festival Barongsai-Leang Leong Perayaan HUT Klenteng Kediri ke-200

Minggu, 23 April 2017 16:00:08
Reporter : Nanang Masyhari
Ning Lik Apresiasi Festival Barongsai-Leang Leong Perayaan HUT Klenteng Kediri ke-200
Wakil Walikota Kediri sambut penari barongsai dan Leang-leong. [Foto: nanang/bj.com] di Kota Kediri

Kediri (beritajatim.com)-- Ratusan peserta mengikuti festival barongsai dan leang leong dalam perayaan ulang tahun ke-200 Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kota Kediri, Minggu (23/4/2017).

Mereka mengeliling Kota Kediri dengan menampilkan berbagai atraksi yang memukau masyarakat.

"Saya bersama istri dan anak-anak sengaja datang ke Kota Kediri untuk melihat atraksi barongsai. Tontonan gratis ini sangat menghibur karena banyak pesertanya dan banyak atraksinya,” kata Winarko, warga Katang, Kabupaten Kediri.

Setelah berangkat dari titik start di Klenteng Tjoe Hwie Kiong, peserta melakukan atraksi di beberapa titik, termasuk di depan Balaikota Kediri. Di tempat ini, sudah menunggu sejumlah pejabat mulai dari Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah, Sekretaris Daerah Kota Kediri- Budwi Sunu H.S, Dandim 0809-Letkol Arm Joko Setiyo Kurniawan, Kapolres Kediri - AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H. dan ratusan orang yang antusias ingin menyaksikan atraksi tersebut.

Di depan balaikota, setiap kelompok menampilkan atraksi yang begitu menarik, di antaranya tari Leang Leong atau tari naga. Terlihat beberapa pejabat yang duduk di tenda kehormatan merespon atraksi dari beberapa pemain barongsai berusia muda dengan memberikan angpao dalam amplop merah.

Untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan, pawai tersebut mendapat pengamanan ketat dari pihak Kepolisian, TNI, Satpol PP dan Dias Perhubungan Kota Kediri.

Sedikitnya, ada 100 personel yang dilibatkan dalam kegiatan pengamanan, baik secara terbuka maupun tertutup.

Personel pengamanan sudah disiagakan beberapa jam sebelum acara dimulai. Langkah ini dilakukan supaya semua kegiatan pawai bisa berlangsung lancar.

“Tariannya di tahun ini lebih bervariasi dan inovatif. Kegiatan yang menampilkan keragaman seperti ini sangat selaras dengan semangat harmoni Kediri. Tentunya saya juga berharap kebersamaan seperti ini bisa lebih membuat NKRI tetap terjaga”, ujar Wakil Walikota Kediri usai menyaksikan pawai.

Secara terpisah Prayitno, selaku koordinator lapangan mengatakan, kirab budaya atau ruat bumi ini bertujuan untuk menjalin kebersamaan antar etnis dan golongan karena juga dimeriahkan kesenian tradisional. "Melalui ruat bumi ini, supaya kehidupan kembali menjadi aman dan tenteram," katanya bernada penuh harapan.

Diikuti sebanyak 38 peserta dari Jawa, Bali dan Sumatera, semua yang ikut bergabung bukan hanya warga Tionghoa. Kirab budaya ini sekaligus juga sebagai wujud keberagaman dan sikap saling menghargai yang ditunjukkan masyarakat Kota Kediri.

Dalam kesempatan ini bukan hanya penampilan dari barongsai saja, melainkan sejumlah kelompok kesenian jaranan juga ikut meramaikan. [adv/nng]

Tag : pemkot kediri

Berita Terkait

Kanal Advetorial