Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 1438 H

Pemkot Mojokerto Gelar Parade Lintas Budaya Kenduri 5.000 Layah

Senin, 12 Desember 2016 12:01:31
Reporter : Misti P.
Pemkot Mojokerto Gelar Parade Lintas Budaya Kenduri 5.000 Layah

Mojokerto (beritajatim.com) - Dalam rangka memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW 1438 H, Pemkot Mojokerto menggelar Parade Lintas Budaya, Kenduri 5000 Layah, Senin (12/12/2016). Tak hanya 5000 layah, dalam event yang digelar di Lapangan Raden Wijaya, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto juga dihasirkan tumpeng kue khas Kota Mojokerto, onde-onde.

Tumpeng onde-onde setinggi 3 meter tersebut diarak dari Perumahan Surodinawan Estate atau sekitar 500 meter. Sementara ribuan masyarakat di belakang tumpeng dengan membawa masing-masing layah yang berisi makanan untuk dimakan bersama di Lapangan Raden Wijaya. Tak hanya masyarakat, TNI/Polri juga berperan didalamnya dengan bersholawat.

Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus mengatakan, Kenduri Layah merupakan agenda tahunan untuk pemkot dan masyarakat Kota Mojokerto. "Tahun ini memasuki tahun ketiga. Acara ini dikemas dengan suasana kebersamaan melibatkan TNI/Polri, instansi dan masyarakat bersama-sama untuk memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW," ungkapnya.

Masih kata Walikota, dengan event tersebut memberikan semangat untuk syiar agama, kecintaan terhadap nabi, tanah air dan Kota Mojokerto. Dengan kebersamaan tersebut, lanjut Walikita, pihaknya berharap agar program pembangunan Kota Mojokerto menuju servis city bisa terwujud seperti yang dicita-citakan bersama.

"Kita ingin menjadikan event ini sebagai upaya untuk mengembangkan wisata budaya, karena kita tidak punya sumber daya alam maka wisata budaya yang kita dikembangkan dengan event-event seperti ini. Target kita 5 ribu layah ternyata lebih dan hampir 6 ribu, ini merupakan partisiapasi dari warga tiap RT, SKPD dan Kepala Sekolah," katanya.

Pemilihan layah, lanjut orang nomor satu di Kota Mojokerto ini merupakan budaya lokal. Karena setiap peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, masyarakat Kota Mojokerto selalu membuat asahan dengan layah. Dengan kemajuan sekarang ini, tegas Walikota, pengusaha layah kalah bersaing dengan plastik.

"Minimal tiap tahun, kita support sehingga event ini menjadi moment perpekan untuk mereka. Ada filosofi dalam pemilihan layah, layah terbuat dari tanah dan cara pembuatannya menggunakan api. Dengan api memberikan rasa hangat sehingga diharapkan bisa menyatukan masyarakat dan berisi makanan didalamnya," tuturnya.

Makanan yang telah dibawa dengan beralasan layah tersebut, tutur Walikota, kemudian dimakan bersama dengan harapkan agar semua lapisan masyarakat bisa berbaur. Tak hanya makan bersama, masyarakat Kota Mojokerto juga berebut tumpeng onde-onde. Dalam event tersebut, semua yang terlibat memakai pakaian berwarna orange yang merupakan ciri khas Kota Mojokerto.[tin/adv]

 

Tag : mojokerto, kenduri layah, onde-onde

Berita Terkait

Kanal Advetorial