Wujudkan Mojokerto Kota Sehat 2017

Walikota Mojokerto Himbau Masyarakat Pro-Aktif

Jum'at, 25 Nopember 2016 10:00:09
Reporter : Misti P.
Walikota Mojokerto Himbau Masyarakat Pro-Aktif

Mojokerto (beritajatim.com) - Meraih predikat Kota Sehat dari Gubernur Jawa Timur, Soekarwo pada 12 Oktober lalu, tidak membuat Pemkot Mojokerto cepat puas. Justru dengan predikat Kota Sehat tahun 2016 tingkat Provinsi tersebut, membuat kota yang terdiri dari tiga kecamatan ini terus memacu diri.

Tak hanya sekedar meraih predikat, nampaknya Pemkot Mojokerto ingin masyarakatnya benar-benar mewujudkan Kota Sehat dengan peran serta aktif masyarakat. Hal ini diungkapkan Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus pada pembukaan Workshop Verifikasi Kota Sehat di Kusuma Agrowisata Resort, Kota Batu, Rabu (23/11/2016).

Workshop yang dihadiri 119 peserta yang terdiri dari Pembina Kota Sehat, Camat, Lurah, jajaran Dinas Kesehatan, Puskesmas dan masyarakat ini berlangsung selama dua hari. Masyarakat diwakili oleh forum kota sehat, forum komunikasi kelurahan sehat dan pokja kelurahan sehat dengan narasumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus menekankan pada peran aktif partisipasi masyarakat Kota Mojokerto untuk mewujudkan Kota Sehat. Yakni dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga yang dimulai dari diri sendiri sehingga banyak aspek yang harus diperhatikan masyarakat dalam mewujudkannya terutama dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat.

"Untuk melaksanakan program Kota Sehat itu, kita (pemerintah, red) tidak bisa jalan sendiri. Tapi melibatkan seluruh elemen masyarakat," tuturnya.

Walikota juga menyoroti tentang kebiasaan masyarakat yang tidak menunjukkan pola hidup sehat. Hal ini didapatinya saat blusukan setiap jumat ke rumah-rumah warga dalam rangka pemantauan PSN Terintegrasi. Orang nomor satu di Kota Mojokerto ini mencontohkan, masih ada masyarakat yang tidak mempunyai jamban sehat.

"Seperti contoh jamban "plung-plas" yang tidak punya septitank dan langsung masuk ke sungai. Ini dapat merusak kondisi air tanah kita yang mencapai 57 persen mengandung bakteri ecoli," katanya.

Karenanya, lanjut Walikota, program jamban sehat akan terus digerakkan Pemkot Mojokerto dari beberapa SKPD seperti Dinas PU, Dinas Kesehatan dan dari Baznas juga terdapat program untuk warga yang tidak mampu. Ditargetkan, tahun 2019 semua warga Kota Mojokerto itu bebas dari BABS dan memiliki jamban sehat.

Tak hanya tentang lingkungan, Walikota juga menuturkan, bahwa untuk mewujudkan Kota Sehat masyarakat harus makan makanan seimbang terutama makan buah dan sayur. Selain itu juga dihimbau untuk selalu cuci tangan pakai sabun. Bahkan Walikota menghimbau tidak hanya di rumah saja, tapi di kantor-kantor wajib menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun.

"Karena bakteri yang ada di tangan itu sumber dari berbagai penyakit masuk pada tubuh. Cuci tangan pakai sabun itu seharusnya menjadi budaya kita. Bahkan ada anjuran di agama. Kalau itu bisa kita laksanakan maka tidak hanya bernilai kesehatan tapi juga bernilai ibadah," tegasnya.[tin/adv]

Tag : Mojokerto, Masud yunus, walikota, Kota sehat

Berita Terkait

Kanal Advetorial