Pemkab Mojokerto Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Gelap Narkoba

Kamis, 17 Nopember 2016 18:10:36
Reporter : Misti P.
Pemkab Mojokerto Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Gelap Narkoba

Mojokerto (beritajatim.com) - Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa prihatin terhadap tindak penyalahgunaan narkoba yang meracuni berbagai strata sosial masyarakat, khususnya generasi muda. Hal tersebut disampaikan saat sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bersama Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Timur di ruang rapat Satya Bina Karya Pemkab Mojokerto.

 

"Kejahatan penyalahgunaan narkoba telah menjangkiti strata sosial masyarakat kita, tidak terkecuali generasi muda bahkan usia anak-anak. Peredarannya sangat massive, ini sangat mengkhawatirkan. Diperlukan komit serius dan tekad dari seluruh pihak untuk kerja nyata mencegah, menanggulangi, memerangi dan menolak tindak penyalahgunaan narkoba," ungkapnya, Kamis (17/11/2016).

 

Masih kata Bupati, Pemkab Mojokerto mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berani memberi ukuran lebih dari tindakan nyata melawan narkoba. Mulai dari apa itu narkoba, dampak serius kepada fisik maupun konsekuensi hukum yang melekat, siapa yang dan bagaimana zat psikotropika itu bisa beredar dan juga cara mendeteksi serta menanggulanginya. Komponen tersebut tidak terbatas pada kalangan masyarakat umum saja, aparat pemerintah juga harus menyadari semua bahaya dan konsekuensi tersebut.

 

"Kita mulai dulu dari aparat dan pejabat selaku abdi masyarakat. Mulai dari penegak hukum seperti Polri, TNI AU, AL, Kejaksaan, pejabat lingkup pemerintahan, kemudian kita terapkan ke bawah yakni masyarakat. Semua yang terlibat dalam tindak penyalahgunaan narkoba akan ditindak tegas tanpa terkecuali. Lewat kegiatan tersebut, kita akan melakukan komunikasi, memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat untuk memerangi narkoba," tambahnya.

 

Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Pol Amrin Remico mengatakan, jika baru-baru ini BNN berhasil menggagalkan peredaran 100 kg sabu-sabu oleh oknum TNI AU di Tanggerang. "Panglima TNI dalam hal ini tidak main-main, tidak ada toleransi apapun yang diberikan untuk keterlibatan kasus narkoba. Menimpali pernyataan bupati terkait kenapa peredaran narkoba itu massive, bisa saya katakan itu semua karena adanya kerjasama," ujarnya.

 

Bahkan, lanjut Kepala BNNP, peredaran barang haram tersebut bisa dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) oleh seorang bandar. Baru-baru ini, pihaknya juga melakukan penangkapan besar dimana oknum TNI AU berada di balik 100 kg sabu-sabu. Panglima TNI AU sendiri tidak memberikan toleransi apapun hingga sampai kepada sanksi pemecatan.

 

"Pemkab bisa menginstruksikan dinas-dinas terkait untuk melakukan test urine ke seluruh entitasnya, nanti bisa koordinasi dengan kami. Narkoba jenis Pil Koplo bisa beredar di kalangan anak SD karena harganya murah karena bisa didapat hanya dengan uang seribu rupiah. Tidak hanya satu hingga dua butir, mereka bisa konsumsi sampai sepuluh butir. Usia kuliah mainnya marijuana atau ganja, hingga jenis narkoba lebih mahal," tuturnya.


Kepala BNNP menambahkan, jika BNNP terus aktif membuat jaringan Community Development (CD) di tingkat desa. Meski belum ada BNNK vertikal di Kabupaten Mojokerto, Kepala BNNP mengatakan bahwa Pemkab Mojokerto telah mengajukan percepatan pendirian BNN vertikal. Pihaknya juga ingin membentuk barikade atau satgas-satgas anti narkoba, yang masuk dalam struktur organisasi pemerintahan di desa-desa.

 

"Bupati Mojokerto juga sudah melakukan komunikasi dengan Kepala BNN RI untuk percepatan pendirian BNNK Kabupaten Mojokerto. Mengingat disini juga wilayah industri dan juga massive. Tahun 2016 sendiri ada usulan 10 BNNK dari Provinsi Jawa Timur namun belum acc semua, tapi BNNP siap melayani daerah-daerah yang belum ada BNNK dengan catatan ada dukungan penuh dari pemerintah daerah," tandasnya.

 

Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Mojokerto sekaligus ketua pelaksana acara, Akhmad Jazuli mengatakan, jika kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 80 orang peserta dari berbagai organisasi agam, masyarakat maupun kepemudaan. "Ada majelis ulama, NU,  Muhamadiyah, PKK, Dharma Wanita, GP Anshor, Muslimat, Fatayat, Dewan Masjid, jugaada 18 Camat," urainya.

 

Sebagai Informasi, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur baru ada 15 BNNK vertikal yang berdiri dan 23 lainnya masih diupayakan termasuk Kabupaten Mojokerto. Dalam kegiatan tersebut, hadir pula dalam acara ini Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Sekretaris Daerah Pemkab Mojokerto, Herry Suwito, Forkopimda dan juga kepala SKPD.[tin/adv]

Tag : bupati mojokerto, narkoba, mustafa kamal

Berita Terkait

Kanal Advetorial