Gelar Dzikir Taubatan Nasuha, Apel Pagi, Mojokerto Fair Hingga Penghargaan Kepada Para Pelajar Sant

Peringati Hari Santri di Kabupaten Mojokerto

Sabtu, 22 Oktober 2016 19:47:33
Reporter : Misti P.
Peringati Hari Santri di Kabupaten Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) - Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2016 yang jatuh tiap tanggal 22 Oktoberr, diperingati pula oleh Pemkab Mojokerto dengan berbagai kegiatan. Dalam apel pagi bersama yang dipimpin Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi menegaskan, jika betapa bernilainya nilai histori dari dua bentuk keteguhan hati, yang kemudian membawa Indonesia keluar dari cengkraman penjajah.

"Jiwa religius ke-Islaman berpadu dengan semangat nasionalisme, menjadi penyemangat bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Hari Santri mengajak kita untuk selalu ingat dan meneladani semangat jihad ke-Indonesiaan yakni cinta tanah air, berkorban demi bangsa dan negara serta menjaga semangat kebangsaan di dalam hati," ungkapnya di hadapan para peserta upacara di halaman Pemkab Mojokerto.

Hari Santri Nasional tahun ke-dua sejak ditetapkan Presiden Jokowi melalui Kepres Nomor 22 tahun 2015, diharapkan juga agar tidak menjadi gap sosial yang menimbulkan polarisasi antara kaum santri dan non-santri. Namun secara sederhana, Hari Santri telah mengajarkan tentang cara melihat dan memperluas nilai kemanfaatan serta kebajikan umum yang diteladankan kaum santri.

"Kita berharap tidak tejadi sekat-sekat sosial atau memicu polarisasi antara kaum santri dan non-santri. Justru sebaliknya, moment Hari Santri Nasional bisa dijadikan semangat untuk mempertebal rasa cinta tanah air. Kita buktikan pada dunia bahwa Islam adalah adalah agama rahmatan lil alamin. Bukan hanya untuk kaum muslim saja, namun juga bagi seluruh elemen bangsa Indonesia," katanya.

Kedua nilai tersebut layak diteguhkan guna menjaga nilai kewarganegaraan. Dalam kesempatan ini, wakil bupati memberikan penghargaan kepada para pelajar santri berprestasi. Salah satu diantaranya kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Umah, Pacet, sebagai juara favorit Al-Banjari tingkat nasional, Moh Fawaz N. Sebagai juara III kompetisi matematika tingkat nasional, juara I lomba sains fisika tingkat nasional kepada Hilda K dan beberapa pemenang kompetisi bergengsi lainnya.

Hadir juga dalam upacara ini unsur Forkopimda Kabupaten Mojokerto, Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, alim ulama, SKPD, dan juga istri wakil bupati, Yayuk Pungkasiadi. Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2016 Kabupaten Mojokerto juga dimeriahkan dengan pagelaran Mojokerto Fair yang menyuguhkan pameran akbar kuliner, multi produk dan UMKM unggulan Kabupaten Mojokerto.
Acara bakal dihelat mulai tanggal 22 Oktober hingga 6 November mendatang, pukul 16.00 WIB -23.00 WIB di Terminal Pungging, Kecamatan Mojosari. Sebelumnya, gema dzikir dari sekitar 72 orang ulama dan 1000 orang anggota Jam’iyah Dzikir Rijalul Anshor dari seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto, memenuhi langit-langit Pendopo Graha Majatama dalam acara Dzikir Taubatan Nasuha tahun 2016, Kamis (20/10/2016) malam.

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa menyampaikan dalam sambutan acara mengatakan, jika Taubatan Nasuha disamping dimaksudkan untuk bermunajat kepada Allah SWT, juga diharapkan dapat membangun komunikasi ulama-umaro (pemerintahan) dan masyarakat Kabupaten Mojokerto khususnya.

"Tanpa komunikasi yang harmonis antara masyarakat (pemberi amanah) dengan pemerintahan (penerima amanah) dikhawatirkan akan menimbulkan misskomunikasi dan salah pemahaman terutama terkait program pembangunan. Maka lewat kesempatan ini, kami mohon maaf dan meminta dukungan untuk program pembangunan di Kabupaten Mojokerto terus berkelanjutan," ujarnya.

Pun halnya dengan program pembangunan mental spiritual, bupati meminta agar senantiasa melakukan evaluasi program dan capaiannya. Pada periode pertama atau kurun waktu 5 tahun terakhir lalu, Bupati menjelaskan, jika Pemkab Mojokerto telah mengalokasikan dana untuk pembangunan infrastruktur serta bantuan hibah untuk sarana peribadatan, mengadakan kegiatan rutin berupa sholawatan, pembinaan dan pelatihan lembaga keagamaan, sema’an Al-Quran serta dzikir taubatan nasuha.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Mojokerto sekaligus ketua pelaksana acara, Akhmad Jazuli menyebutkan dalam laporan acara jika taubatan nasuha selanjutnya akan digelar selama tiga kali dalam setahun. "Dzikir Taubatan Nasuha malam hari ini, merupakan bagian dari acara memeriahkan Hari Santri tahun 2016 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober," katanya.

Dzikir Taubatan Nasuha yang biasanya digelar di komplek makam Troloyo, Kecamatan Trowulan selanjutnya akan digelar di pendopo Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang diadakan selama tiga kali dalam satu tahun. Dalam kegiatan tersebut, juga dihadiri Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dan sejumlah Kepala SKPD terkait.[tin/adv]

Tag : mojokerto, santri,Pungkasiadi

Berita Terkait

Kanal Advetorial