Pemkot Surabaya Kerja Sama dengan Banyak Instansi untuk Program Beasiswa

Beasiswa Sekolah Pilot Hingga Kedokteran Agar Warga Sejahtera

Kamis, 22 September 2016 17:31:47
Reporter : Kuntoro Rido Astomo
Beasiswa Sekolah Pilot Hingga Kedokteran Agar Warga Sejahtera

Keterbatasan biaya kini tak lagi jadi penghenti cita-cita anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu di Surabaya. Berkat intervensi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang memberikan ratusan beasiswa di berbagai bidang, mereka kini bisa mengenyam pendidikan tinggi demi menjemput impian.

Bekerja sama dengan berbagai institusi seperti Garuda Maintenance Facility (GMF), Aero Asia, Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP), Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Banyuwangi (BP3B), dan empat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya, yakni Universitas Airlangga, ITS, Unesa dan UIN Sunan Ampel, ada banyak sekali beasiswa yang disediakan Pemkot Surabaya. 

Terbaru, Pemkot menyediakan beasiswa jurusan S-1 kedokteran. Sebelumnya, Pemkot telah memberikan beasiswa untuk sekolah pilot. Program yang kini berjalan setahun ini telah berwujud lima taruna calon pilot yang tengah digembleng di BP3B. Selain beasiswa sekolah pilot, Pemkot juga menyediakan beasiswa untuk pramugari, S-2 kenotariatan, perancang busana, serta program sarjana, dan pendidikan vokasi (pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu mencakup program pendidikan D1, D2, D3 dan D4) untuk semua jurusan.

Secara keseluruhan, jumlah beasiswa yang disediakan yakni pilot (lima kursi), teknisi pesawat terbang (24), migas gelombang pertama jurusan las 924), migas gelombang kedua jurusan pengeboran (22), sarjana (119), dan diploma (131). Program beasiswa ini selaras dengan komitmen Wali Kota Tri Rismaharini dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia di Surabaya. 

Tidak main-main, Pemkot menyediakan anggaran besar bagi program pendidikan ini. Anggaran itu murni mengandalkan APBD Surabaya. Dana yang didapat oleh tiap penerima beasiswa juga cukup besar. Setiap bulan, penerima beasiswa mendapat uang saku sebesar Rp 400 ribu, bantuan perkuliahan Rp 1,5 juta per tahun dan Rp 3 juta untuk biaya SPP per semester.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Supomo mengatakan, dalam memberikan pilihan beasiswa, Pemkot tidak sembarangan memilih bidang/jurusan. Tetapi, mengedepankan beberapa jurusan yang setelah pendidikan (lulus), memungkinkan bagi penerima beasiswa untuk langsung bisa memanfaatkan ilmunya. Seperti D3 perhotelan, perpajakan, pariwisata. "Keinginan kami agar setelah menempuh pendidikan/kuliah atau pelatihan, mereka bisa langsung bekerja," tegas Supomo. 

Menurut Supomo, program ini direspons antusias oleh warga Surabaya. Karenanya, Pemkot berencana terus mengembangkan program ini. Harapannya, siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi. Sebab, pendidikan merupakan salah satu jalan untuk bisa meningkatkan kesejahteraan. 

"Bahkan, bukan tidak mungkin kuota akan ditambah dan jaringan institusi yang diajak kerja sama juga diperluas. Harapan kami, masyarakat bisa sejahtera dan mandiri dengan bantuan strategis yang diberikan Pemkot. Melalui beasiswa pendidikan ini, mereka bisa mendapatkan keahlian, keterampilan, dan ilmu," jelas Supomo.  

Untuk mekanisme perekrutan penerima beasiswa pendidikan ini, Dinsos Kota Surabaya mengirimkan surat pemberitahuan ke sekolah-sekolah. Ada 50-an sekolah negeri/swasta yang mendapatkan pemberitahuan serta tembusan ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan kecamatan/kelurahan. Selanjutnya, siswa yang mengajukan beasiswa bisa mendaftar secara pribadi.  

Persyaratan umumnya, warga kota Surabaya, lulus pendidikan SMA/SMK atau sederajat, sehat jasmani rohani, belum menikah, serta berasal dari keluarga miskin. Sementara untuk persyaratan khusus calon mahasiswa PTN, diterima di PTN di Surabaya dan menyertakan tanda peserta mengikuti SNMPTN/SBMPTN. Sedangkan untuk persyaratan khusus calon pramugari/pramugara, usia 18-23 tahun, berpenampilan menarik, tinggi badan minimal 160 cm (wanita) dan 165 c (pria), tidak berkacamata minus.

Pemohon beasiswa tinggal mengisi formulir pendaftaran, membawa foto copy (ijazah SMA/MA/sederajat atau surat keterangan lulus yang telah dilegalisir, akta kelahiran, KTP (orang tua dan calon pendaftar) dan kartu keluarga. 

Khusus untuk beasiswa kedokteran, sesuai permintaan Wali Kota Tri Rismaharini, ada syarat tambahan bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan kedokteran. Syaratnya, mereka harus mau ditempatkan di luar Surabaya. Sebab, wali kota menilai kebutuhan dokter di luar Surabaya sangat besar. Ada banyak rumah sakit yang masih kekurangan dokter.

"Ada pernyataan jika mereka nanti mau ditugaskan di luar Surabaya. Kalau mereka ini bisa bermanfaat di luar sana, kenapa harus di Surabaya saja mengabdinya. Saya ingin, pelajar dari Surabaya bisa membantu masyarakat kurang mampu di luar Surabaya yang membutuhkan bantuan kita dalam bidang kesehatan," ujar wali kota ketika memberikan pernyataan kepada wartawan pada awal September 2016 lalu.

Kasubag TU Ponsos Kalijudan, Nanik Winarsih mengatakan, setelah mendaftar, Pemkot akan melakukan validasi. Ada tim terdiri dari tiga SKPD dengan tugas masing-masing. Dinas Pendidikan untuk mengecek keabsahan ijazah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mengecek kependudukan dan Bapemas KB mengecek masalah kemiskinan. "Kami survei semua data tersebut. Termasuk juga survei ke rumah yang bersangkutan. Bila sudha oke, berdasarkan kelengkapan itu, bisa diketahui siapa yang berhak menerima beasiswa," jelas Nanik.

Agar, penerima beasiswa bisa terus berprestasi, Pemkot membuat MoU dengan mereka. Isinya perihal hak dan kewajiban penerima beasiswa. Semisal apa saja yang diperoleh dan apa saja yang tidak boleh dilanggar. Seperti nilai IP yang diraih per semester harus memenuhi standar yang ditentukan (2,75). "Setelah mereka kuliah, tetap kami pantau. Kami motivasi sesuai kesepakatan awal," sambung dia.(adv)

Tag : pemkot surabaya

Berita Terkait

Komentar

Kanal Advetorial